Kabumi UPI Gelar Pre-Performance Jelang Pertukaran Budaya di Malaysia dan Jepang

110

Penulis : Fria Sherly Saskhia

Bumi Siliwangi, Isolapos.com – Selasa (30/5), Unit Kegiatan Mahasiswa Keluarga Besar Bumi Siliwangi (Kabumi) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar pre-performance di gedung Amphiteater UPI. Pre-performance ini dilaksanakan untuk mempersiapkan kehadiran Kabumi dalam rangka tukar budaya di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, serta Chubu University dan Gifu University Jepang.

Dalam sambutannya, Ayo Sunaryo selaku Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Kebudayaan UPI mengatakan, untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan kebudayaan nasional tidak hanya dilakukan di wilayah nasional saja, tetapi juga harus dilakukan di lingkungan Internasional.

Ayo mengatakan selain performance, akan dilakukan juga workshop antara dosen dan mahasiswa mengenai tari tradisional dan pertunjukan angklung di UPSI Malaysia. “Kenapa tentang angklung? Karena angklung ini salah satu warisan dunia yang sejak tanggal 18 November 2010 itu sudah menjadi warisan dunia, budaya dunia tak benda. Jadi, tentu saja menyongsong ini semua sehingga angklung ini menjadi salah satu seni yang ada di Indonesia yang bisa dikembangkan di luar negeri,” tambah Ayo Sunaryo.

Selain bekerja sama dengan Malaysia, Ayo juga menjalin kerja sama dengan Jepang. Ayo Mengatakan pihaknya sudah mengembangkan Angklung di Jepang sejak dua tahun lalu, “bahkan di Jepang sendiri mulai dari 2 tahun yang lalu saya mengembangkannya bagaimana angklung bisa dipelajari oleh anak disabilitas di Jepang. Saya kerja sama dengan 2 universitas, Chuo University dan Gafu University, mereka itu belajar angklung anak-anak disabilitas itu.”

Undangan yang diterima oleh Kabumi UPI berasal dari universitas di kedua negara terkait. “Kabumi itu menjalin kerja sama dengan Malaysia dan juga Jepang. Jadi, kurang lebih beberapa tahun gitu, Kabumi sama pihak luar tuh bekerja sama, dengan tujuan untuk pertukaran budaya. Di UPI sendiri kan ada Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Kebudayaan, nah mungkin dari pihak sana yang menjalin kerja sama khususnya.” ujar Ghina, anggota tim Kabumi performance Malaysia. 

Faridz, Ketua Kabumi UPI mengatakan acara tukar budaya ini memberi gambaran bagaimana kultur di luar negeri dengan kultur budaya di Indonesia, khususnya di UPI sendiri. “Pengen lihat budaya dari Jepang itu seperti apa, karena kan kaya kultur di UPI kan kaya gimana, kultur di Chubu ataupun di Gifu seperti apa. Jadi ya semoga setelah kita dari sana, ya kita bisa tau lah atau gk mengimplementasikan apa yang kita dapat dari sana untuk Indonesia.” ujarnya.

Faridz, dalam sambutannya mengatakan bahwa untuk mempersiapkan hal ini, Kabumi UPI menggandeng dua tim performance yang masing-masing akan menghadiri kedua negara tersebut. Sebanyak 16 mahasiswa akan dikirim ke Malaysia dan 8 mahasiswa ke Jepang sebagai perwakilan tim.

Kedua tim performance Kabumi tersebut akan menampilkan beberapa pertunjukan. Seka, tim performance Jepang mengatakan timnya akan menampilkan arumba, tarian, dan menyanyikan 4 lagu yang diiringi angklung. 

Sedangkan untuk tim performance Malaysia, Ghina mengatakan ada dua persiapan untuk performance dan workshop. “Penampilannya itu berbeda, kalo yang tadi kita tampilkan itu bagian dari konser di UPSI-nya. Nah sedangkan, nanti itu kita ada penampilan lagi di workshop, menampilkan angklung, juga tarian. Ada tari piring dan tari lenggang, gitu.” ujarnya. 

Ghina membagikan harapannya untuk kesuksesan performance kedua tim. “Mungkin karena sudah mendekati keberangkatan, semoga saya dan teman-teman gitu ya, yang mau berangkat ke Malaysia maupun ke Jepang, semoga diberikan keselamatan dan juga diberikan penampilan yang terbaik.” 

Jadwal pertunjukan tiap-tiap tim akan dilaksanakan pada 1–6 Juni 2023 di Malaysia dan 20–28 Juni 2023 di Jepang. 

Redaktur: Wulan Nur Khofifah

Comments

comments

You might also like