Dua Paslon Siap Ramaikan Pemilu Rema 2023

204

Oleh: Irham Azmi Latifurrahman

Bumi Siliwangi, Isolapos.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar sosialisasi dan deklarasi Pemilihan Umum (Pemilu) Republik Mahasiswa (REMA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Gedung Gegeut Winda pada Senin (05/06). Dalam acara ini, KPU secara resmi menetapkan dua pasangan calon (Paslon) yang akan berkontestasi dalam Pemilu Rema UPI 2023, yaitu Hilal Syahbana-Syifa Shofidianti dan Daton Manggalaadji-Rafli Fahrial Meizia.

Pengundian nomor urut paslon diadakan dalam acara ini. Paslon Hilal-Syifa mendapatkan nomor urut 01, sedangkan Daton-Rafli mendapatkan nomor urut 02.

Calon Presiden Mahasiswa (Capresma) nomor urut 01, Hilal Syahbana mengatakan bahwa alasannya mencalonkan diri adalah karena melihat kondisi pemilu rema saat ini, di mana sudah lama terjadi kekosongan kepemimpinan. “Yang mana kekosongan kepemimpinan itu pada akhirnya akan menimbulkan dampak-dampak yang tidak baik juga  bagi ormawa-ormawanya. Misalkan, pengadvokasian, program-program, dan dampak-dampaknya, gitu.  Itu sangat disayangkanlah,” ujar Hilal kepada tim Isolapos.com.

Sementara itu, Capresma nomor urut 02, Daton Manggalaadji mengaku sudah mengikuti dinamika perpolitikan kampus sejak menjadi mahasiswa baru sampai aktif di organisasi himpunan dan fakultas. Selain itu, kekosongan kepemimpinan Rema UPI yang sedang terjadi saat ini menjadi alasannya untuk mencalonkan diri menjadi Presiden Mahasiswa. 

“Udah dari mulai mahasiswa baru, terus saya lanjut ke organisasi tingkat departemen di Hima PKK (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga-red). Selanjutnya, ke tingkat fakultas juga menjadi koordinator senator.  Itu yang membuat saya semakin nyaman dalam ranah organisasi dan saya ingin mencoba ke ranah yang lebih besar, apalagi melihat bahwa kondisi Rema UPI kemarin-kemarin itu mengalami kekosongan kepemimpinan yang cukup panjang,” jelasnya.

Sebelumnya, berdasarkan catatan Isolapos, pendaftaran capresma dan cawapresma sendiri sudah berkali-kali mengalami perpanjangan karena tidak adanya paslon yang mendaftar. 

Perihal lamanya tidak ada calon yang mendaftar, Hilal selaku capresma nomor urut 01 mengaku bahwa mengumpulkan orang dalam satu visi dan misi cukup memakan waktu. “Karena kita tahu sendiri juga, gitu, kan, karena setiap orang itu pasti punya beda pemikiran, punya beda visi, dan nantinya dikolektifin lagi menjadi setiap jurusan, jurusan nanti naik ke tingkat fakultas, dan sebagainya. Nah, yang cukup memakan waktu sebetulnya hal-hal itu sih,” ungkap Hilal.

Sementara itu, Capresma nomor urut 02, Daton menjelaskan bahwa hegemoni yang semakin menurun menjadi hambatan ketika hendak mencalonkan diri. “Yang sebelum-sebelumnya mesin politik sudah kita panaskan, lama-kelamaan, yang kita terus rawat pun, itu akan sulit karena kita tidak mempunyai sesuatu bahasan untuk merawat itu. Setelah adanya ini, mungkin saya harap mesin politik bisa menjadi panas kembali,” pungkasnya.

Teknis Pemilu Digelar Secara Online

Ketua KPU, Agnes Ratu Sagitha mengatakan bahwa teknis pemilihan umum akan dilakukan secara online seperti pemilu tahun lalu.

Buat teknis pemilihan itu kita stay di online ya, karena gimana ya,  efisienlah, efektivitasnya, apalagi kalau dengan kurikulum sekarang banyak banget yang sudah tidak di kampus,” ujar Sagitha kepada Isolapos.

Namun, Sagitha tidak menutup kemungkinan jika pemilu akan dilaksanakan secara offline. “Tapi, karena kita masih mau ada feeling offline ya, nanti insyaallah KPU menyediakan TPS (Tempat Pemungutan Suara-red) di Bumsil (Bumi Siliwangi-red). TPS seperti apa? Jadi, ada suatu pos di mana pemilih itu bisa milih langsung pakai laptop dari kita,” ujarnya.

Sagitha mengatakan dengan pengalamannya pada tahun kemarin yang juga terlibat sebagai perangkat KPU, ia berharap pemilu kali ini dapat berjalan aman dan damai. 

Rangkaian pemilu sendiri akan dilanjutkan dengan kampanye yang akan berlangsung 8-17 Juni dan pemungutan suara di tanggal 20-24 Juni mendatang.

Redaktur: Nabil Haqqillah

Comments

comments