Rektor UPI Dukung MBG, Apakah Dapur SPPG Akan Ikut Dibangun di UPI?
Reporter: Naufal F, Syafiq M.A, Lintang F.P
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menunjukkan dukungannya pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo. Berbagai bentuk dukungan yang dilakukan oleh UPI diantaranya melalui adanya Forum Group Discussion (FGD) “Pengembangan Program Makan Bergizi Gratis dengan Pendekatan Gender Equity, Disability, and Social Inclusion.” yang berlangsung pada Minggu 14 Oktober 2025 dan seminar bertajuk “Menggali Potensi Pedagogik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai Pengalaman Belajar di Sekolah Dasar” pada Kamis (23/04).
Tidak terbatas pada forum, pada Oktober 2025 ketika MBG menyebabkan banyak siswa keracunan di sekolah-sekolah, UPI merilis Siaran Pers yang menegaskan posisinya dalam menyikapi program MBG.
“Program ini bagus dan sangat penting. Kalau ada kekurangan, seharusnya dikaji bersama dan diperbaiki, bukan dihentikan. UPI siap berkontribusi dalam perbaikan tata kelola dan edukasi di lapangan,” ujar Rektor UPI, Didi Sukyadi dalam Siaran Pers yang dirilis oleh Humas UPI pada tanggal 5 Oktober 2025.
Dalam Siaran Pers yang sama, UPI juga menawarkan kesediaannya untuk dapat berkontribusi dalam pengembangan program MBG dengan adanya program studi yang relevan seperti Gizi, Pendidikan Tata Boga, dan lain-lain.
Dengan adanya pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Universitas Hasanudin, disusul dengan permintaan Dadan Hindayana selaku Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), agar dapur SPPG ikut dibangun di perguruan tinggi, spekulasi akan adanya pembangunan dapur SPPG di UPI mulai bermunculan di lingkungan sivitas akademika UPI
Untuk meluruskan spekulasi ini, Reporter Isola Pos mencoba menghubungi Rektor UPI untuk meminta penjelasan. Namun, Rektor UPI menginstruksikan untuk menghubungi Kepala Kantor Komunikasi dan Pelayanan Publik (KKIPP), Vidi Sukmayadi.
Melalui pesan WhatsApp, Vidi menanggapi bahwa dengan beragamnya pandangan masyarakat terkait isu MBG dan SPPG, membuat langkah yang diambil UPI perlu ditempuh dengan banyak pertimbangan. Meskipun Rektor UPI sudah menyatakan kesiapannya, namun hingga saat ini UPI belum mempunyai rencana konkret mengenai pembangunan dapur SPPG.
“Saat ini UPI belum ada rencana konkret terkait pembangunan dapur SPPG, serta belum ada komunikasi dengan BGN terkait hal ini,” ucap Vidi.
Selain itu, Vidi juga menambahkan bahwa sejauh ini dukungan yang diberikan UPI adalah dari sisi akademis melalui berbagai kajian dan penelitian, agar dapat berkontribusi untuk kualitas pelaksanaan MBG. Meski ada peluang praktik lapangan bagi beberapa prodi yang relevan, hal tersebut masih menjadi kajian.
Editor: Sennita T.D.