Membasuh

6

Oleh: Kaeun*

“Bisakah kita tetap memberi?”

“Walau tak suci.”

Ku tetap mencari makna dari suka cita yang dikatakan oleh Pastor saat homili. Suka cita atas pemberian dari Tuhan, selama ini aku selalu menyalahkan diri ini yang tidak suci, tetapi Tuhan tidak melihatku seperti itu. Tuhan Maha Baik, berada di Surga melihat diriku yang sedang berjuang demi sepiring nasi.  Aku mencari makna apakah Tuhan mencintai aku? Definisi mencintai manusia dan Tuhan cukup berbeda namun, ada satu hal kesamaan yaitu saling mengasihi. Saat masa-masa ini, kita manfaatkan untuk berdoa demi keselamatan kita dan tetap mencintai diri apa adanya. 

Dalam masa prapaskah, aku merenung di antara lilin-lilin yang mengelilingi kami. Tuhan mengajarkan untuk mengasihi sesama. Dengan adanya, tulisan ini diharapkan kita tetap merefleksikan diri dalam keheningan hangat. Terkadang, menangis di depan Gua Maria sambil merenung dosa yang pernah dilakukan oleh kita. Pada akhirnya, kita semua adalah manusia yang membutuhkan sandaran, kita berkomunikasi kepada Tuhan walau hidup sedang pahit-pahitnya. 

Bapa Kami yang ada Di Surga, semoga masa prapaskah ini terjadi keindahan setelah badai yang dialami setiap orang. 

Amin. 

*Nama Pena, bukan nama sebenarnya.

You might also like