KABUMI Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Lewat Angklung

133
20160428_08432032
UKM KABUMI Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan LMAP ke-IX dengan tema “Simfoni Alam Raya” di Gedung Achmad Sanusi UPI, Kamis (28/4). Pembukaan acara LMAP ke-IX di Gedung Ahmad Sanusi UPI. (isolapos.com/Mella A)

 Oleh : Mella A

Bumi siliwangi, isolapos.com-

Dalam rangka melestarikan budaya Indonesia khususnya budaya Jawa Barat, UKM KABUMI UPI menyelenggarakan Lomba Musik Angklung Padaeng (LMAP) ke-IX dengan tema “Simfoni Alam Raya” di Gedung Achmad Sanusi UPI, Kamis (28/4).

“Kita tetap berupaya untuk melestarikan budaya angklung tersebut,” jelas Aditya Rifki Ramandika ketua pelaksana LMAP ke-IX saat ditemui oleh isolapos.com. Selain untuk melestarikan budaya, Aditya mengatakan, lomba ini pun sebagai kontribusi nyata mahasiswa untuk Indonesia dalam hal pelestarian budaya.

Aditya menambahkan, nama LMAP yang semakin tersebar luas berdampak terhadap peningkatan antusias peserta dari grup angklung. Sehingga, peserta yang ikut dalam perlombaan tahun ini tidak hanya dari Jawa Barat saja, melainkan dari luar kota bahkan luar pulau.

“Untuk tahun ini, peserta yang mengikuti perlombaan berjumlah 75 grup yang berasal dari empat tingkat jenjang pendidikan yang berbeda. Diantaranya SD 25 grup, SMP 25 grup, SMA 15 grup, dan untuk perguruan tinggi umum 15 grup.”

Untuk LMAP ke-IX, Aditya berharap, semua peserta menampilkan penampilan yang terbaik dan untuk LMAP tahun selanjutnya peserta yang ikut serta dalam perlombaan dapat bertambah jumlahnya. “Semoga lomba musik angklung Padaeng akan tetap berlangsung sampai waktu yang tidak ditentukan,” katanya.

Menanggapi acara LMAP ke-IX, Fadia salah seorang peserta dari SMAN 5 Bandung mengatakan, lomba ini menambah pengalamannya dalam bermain angklung dan menambah wawasannya terkait alat musik angklung. “Bagus sih buat angklung buat pengalaman juga,” ujarnya.

LMAP selalu diadakan 2 tahun sekali. Nama Padaeng sendiri diambil dari seorang tokoh angklung Daeng Soetigna yang merubah angklung bernada pentatonis menjadi angklung bernada diatonis, sehingga angklung bisa dimainkan dengan kolaborasi musik-musik bernada diatonis, semisal musik pop. Rangkaian acara tersebut berlangsung selama 4 hari, dimulai pada Kamis (28/4) hingga Minggu (1/5) di Gedung Ahmad Sanusi UPI. []

Redaktur : Syawahidul Haq

Comments

comments