Gubernur Jabar Gelar Syukuran Mr Sjafruddin Sebagai Pahlawan Nasional

63

Pemberian cinderamata berupa foto Mr.Sjafruddin Prawiranegara oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan kepada salah seorang perwakilan keluarga Mr Sjafruddin Prawiranegara, di Gedung Sate, Kamis (8/3)

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Usaha pengusulan gelar Pahlawan Nasional kepada Sjafruddin Prawiranegara akhirnya bersambut. Setalah diusulkan pada tahun 2007 dan 2009, pada 6 November 2011 penganugrahan gelar Pahlawan Nasional untuk Sjafruddin Prawiranegara diberikan oleh Presiden Republik Indonesia.

“Demikianlah perjalanan panjang dan melelahkan proses pengusulan Mr. Sjafruddin Prawiranegara sebagai pahlawan nasional,” ujar Ketua Yayasan Masyarakat Sejarawan Indonesia, Nina Lubis. Hal tersebut disampaikan dalam sambutan acara syukuran pengangkatan Mr. Sjafruddin Prawiranegara sebagai Pahlawan Nasional di Gedung Sate, Kamis (8/3).

Menurutnya, kesulitan dalam pengusulan Pahlawan Nasional Mr. Syafruddin Prawiranegara bukan karena jasanya yang kurang. “Tapi karena Pa Sjafruddin sebagai ketua PRRI,” jelas Nina. Ia juga menambahkan, bahwa PRRI bukan pemberontakan. “Sehingga, tidak ada alasan untuk menolak Mr.Sjafruddin,” tegas Nina.

Senada dengan Nina, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, sudah tidak ada masalah dengan PRRI. “Masalah PRRI sudah clear di masa pa SBY saat ini, dan dimata kemanusiaan juga hanyalah perbedaan pendapat pemimpin yang ada, sudah selesai diantara mereka. Kalau namanya sudah selesai diantara kita, sudah selesai juga dong generasi berikutnya,” ujar Ahmad Heryawan.

Salah seorang anak Sjafruddin Prawiranegara, Salviyah Prawiranegara Yudanarso yang memberikan sambutan, mengatakan semenjak tahun 2001 bersama dengan Nina Lubis mempunyai cita-cita menjadikan Sjafruddin Prawiranegara sebagai Pahlawan Nasional. “Meluruskan sejarah Ayah, dan menjadikan Ayah sebagai Pahlawan Nasional,” ujar Salviyah.

Ia menambahkan, bahwa Sjafruddin selalu berprinsip sebagai seorang pemimpin. “Ayah terkenal memberontak itu bukan saja ketika orde lama, tapi ketika orde baru. Ini karena ayah selalu berprinsip menjadi pemimpin itu adalah suatu amanah, harus adil harus jujur,” kenang Salviyah.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Heryawan berharap generasi penerus bangsa bisa meneladani sikap para pahlawan. “Mudah-mudahan jiwa kita adalah jiwa kepahlawanan, dimana mau berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan tidak mau senang sendiri,” ujar Ahmad Heryawan. [Nisa Rizkiah]

Comments

comments