Selip-selipan Dana di UPI

110
ilustrasi

Bumi Siliwangi, isolapos.com

Terkait pelaporan Tim Gerakan Penyelamatan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) atas dugaan penyimpangan dana di UPI, koordinator Tim Gerakan Penyelamatan UPI Didin Saripudin mengatakan bahwa ada dana masyarakat yang digunakan untuk kegiatan yang tidak mendorong tercapainya visi misi UPI. “Seperti jalan-jalan pejabat UPI keluar negeri yang menghabiskan banyak dana,” ucap Didin.

Gerakan Penyelamatan UPI juga mencatat setidaknya UPI sudah menandatangani 300an MoU. Namun, hanya sebagian kecil yang ditindaklanjuti. “Apa manfaat yang signifikan untuk kemajuan UPI?” kata Didin, saat ditemui isolapos.com di rumahnya Sabtu (20/7). “Itu semacam ironi, mahasiswa itu masih banyak yang kurang mampu, bahkan sampai DO,” Tambah Didin.

Didin juga mengatakan, laporannya ini bukan tanpa fakta dan data. Didin mengungkapkan  tentang kasus BMTM yang pengelolaannya tidak transparan. Seperti diketahui sejak tahun 2011, UPI meminta sumbangan sukarela kepada mahasiswa baru. Rencananya uang yang terkumpul digunakan untuk membantu mahasiswa yang tidak mampu membayar registrasi akademik. Namun, belakangan sejak dipindah kelola ke Baitul Maal Wat Tamwil, dan tersebut hanya dipinjamkan. “Apakah sudah legal? Kan kalau mengelola dan memungut itu harus berbadan hukum?” tanya Didin.

Bukan hanya masalah penyimpangan dana, persoalan rangkap jabatan dan tunjangan ganda serta pembiaran pelanggaran akademik dan administrasi pun dipermasalahkan.. “Kan tidak boleh dalam peraturan ada rangkap jabatan gitu” ujarnya.

Didin berharap auditor bisa bekerja dengan professional dan independen. “Sebenarnya niat kami baik, bukan untuk mencoreng nama lembaga.” kata didin. [Noval Prahara Putra]

Comments

comments