Kuota SM3T UPI Tidak Ditambah

90
Spanduk SM3T terpampang di Administration Center Universita Pendidikan Indonesia, Selasa (27/5).

Bumi-Siliwangi, isolapos.com-

Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T)  dibuka kembali sejak 21 Mei-15 Juni. Menurut Kepala Divisi Layanan Akademik, Liris Raspatiningrum, kuota SM3T di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menampung 200 sarjana fresh graduate untuk berangkat ke daerah 3T. Katanya kuota tidak akan ditambah mengingat kuota UPI tahun lalu tak terpenuhi. ”Kuota tetap 200, tetapi yang kemarin itu, dari UPI sekitar 60-an,” ucapnya.

Ketika ditemui isolapos.com di ruangnya, Senin (26/5), Liris menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada informasi tambahan mengenai penambahan wilayah SM3T.  “Aceh Timur, Anambas dan Kupang.  Jadi masih yang kemarin, kami belum rapat koordinasi lagi,” lanjutnya.

Selanjutnya Liris mengatakan, prediksi jumlah peserta SM3T belum dapat dipastikan. Lagi pula UPI tidak selalu memenuhi kuota yang diberikan. Meski jumlahnya sedikit, Liris yakin  niat dari peserta yaitu mengabdikan diri untuk pendidikan yang lebih baik. “PPG (Program Profesi Guru-red)  hanya reward dari pemerintah,” paparnya.

Mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Achmad Rizwan mengatakan bahwa dirinya ingin mengikuti program SM3T karena tergugah melihat kemirisan pendidikan bangsa yang belum merata di wilayah 3T. “Kalau tahun depan masih ada program ini, saya ingin ikut sebab tahun ini harus saya tunda karena masih mengejar sidang di Juni,” kata dia. [Restu Puteri]

Comments

comments