Lokasi KKN yang Bermasalah Hanya Pindah Desa

296
Tampilan KKN UPI 2014 http://kkn.lppm.upi.edu/

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Mahasiswa Universitas Pendidikan indonesia (UPI) yang mengontrak Mata Kuliah, Kuliah Kerja Nyata (KKN) sudah bisa melakukan pendaftaran secara daring sejak Selasa (13/5). Mahasiswa dengan jumlah 4.187 dijadwalkan akan memulai program KKN pada 23 Juni mendatang. Sementara, upacara pelepasan direncanakan akan dihadiri langsung oleh Rektor UPI, Sunaryo Kartadinata pada 19 Juni 2014.

Tema dan tempat pelaksanaan program KKN, menurut Koordinator Lapangan KKN, Katiah, telah disesuaikan dengan kebutuhan tempat di lapangan. Kata Katiah, ada beberapa lokasi yang telah dihapus karena tahun sebelumnya ada  masalah seperti kasus pencurian. “Kita ganti daerah yang kemarin bermasalah, tapi cuma pindah desa saja,” ungkap Katiah  kepada isolapos.com, Selasa (13/05).

Mendengar pernyataan itu, seorang mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa Daerah, Firman munawar  mengusulkan selain pindah desa dan menganjurkan mahasiswa untuk memperketat keamanan, pihak UPI pun harus meningkatkan koordinasi dengan pejabat terkait. ”Ya tidak cukup dengan memindahkan desa atuh,” ucapnya.

Selain itu, menurut pegawai sekretariat KKN Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPI, Aep Sutisna, sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini pun para mahasiswa UPI dianjurkan untuk membayar asuransi kecelakaan sebesar Rp 10 ribu. Jasa asuransi yang digandeng UPI tahun ini adalah asuransi jiwa BUMIDA. “Kami hanya menganjurkan, selebihnya terserah mahasiswanya,” ucapnya. Aep menambahkan bahwa memang tak semua mahasiswa itu membayar asuransi kecelakaan karena memang hal itu tidak bersifat wajib.

Tema yang diangkat pada KKN Tematik tahun ini, yaitu Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Kearifan Budaya Lokal (KBL), Keaksaraan Fusngsional (KF), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya), Wajib Belajar 9 Tahun, serta Lingkungan Hidup (LH). “Tak ada perubahan sih, masih relevan dengan kebutuhan di lapangan,” ucap Aep. [Tatang Zaelani Tiratwijaya]

Comments

comments