Pilih Pemimpin Berperspektif Kependudukan

35

Ilustrasi

Hegarmanah, isolapos.com-

Data hasil survei di tahun 2012, dari jumlah penduduk 43.053.732 penduduk Bandung, terdapat 15-20% pengangguran yang tersebar di berbagai wilayah. Hal ini dibahas secara jelas dalam acara Seminar Jurnalisme Kependudukan dari Badan Kesejahteraan Keluarga Berencana (BKKB) di Hotel Grand Serela  Hegarmanah No. 9 Bandung, Rabu (14/5).

Ketua Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Jawa Barat, Soeroso Dasar menyampaikan bahwa banyaknya penduduk di suatu wilayah merupakan suatu persoalan sehingga tingginya jumlah penduduk membutuhkan penanganan serius dari pemerintah. Keadaan ini semakin diperparah dengan dihapuskannya menteri kependudukan di saat jumlah penduduk Indonesia mencapai 240 juta jiwa. “Ikan saja ada menterinya apalagi ini manusia loh” katanya.

Masalah kependudukan pun, diutarakan oleh Ketua Koalisi Kependudukan Jawa Barat, Ferry Hadiyanto. “Pilihlah pemimpin yang memiliki perspektif kependudukan,” tegas Ferry. Ia menilai bahwa dengan memprioritaskan sebuah program pembangunan, maka pemerintah harus juga mengukur jumlah penduduk. Jangan sampai pembangunan kependudukan di Indonesia mengawang antara harapan dan kenyataan.

Kata dia,  untuk mengukur tingkat kesejahteraan bisa dilihat melalui masalah kependudukan. Parameter struktur umur penduduk menjadi tolok ukur untuk memetakan bonus demografi dalam jumlah penduduk usia produktif dan tidak produktif. Ferry mengutarakan bahwa banyaknya usia produktif bukan jaminan sebuah keuntungan bagi suatu daerah. “Masalahnya, jika banyaknya usia produktif yang menganggur, maka pilihlah pemimpin dengan perspektif kependudukan,” ucap Ferry saat pematerian.

Dihadiri oleh pers mahasiswa di Bandung seperti lembaga pers dari Universitas Padjajaran, Universitas Pendidikan Indonesia,  Institut Teknologi Bandung, Universitas Pasundan, IKOPIN, UIN Sunan Gunung Djati, Universitas Telkom, Soeroso menjelaskan bahwa perhatian pemerintah dalam masalah kependudukan terlihat kurang contohnya dalam permasalahan anggaran program Keluarga Berencana (KB) per kepala keluarga.[Karolina Ketaren]

Comments

comments