Berantas Korupsi Sejak Dini

130
Jflow melantunkan lagunya bersama Bambang Widojanto, Timoty Marbun, Bayu Sutiyono, dan Glory Oyong pada acara behind the science Sapa Indonesia di Gymnasium UPI, Kamis (10/12).
Jflow melantunkan lagunya bersama Bambang Widjojanto, Timoty Marbun, Bayu Sutiyono, dan Glory Oyong pada acara behind the science Sapa Indonesia di Gymnasium UPI, Kamis (10/12).

Bumi Siliwangi, isolapos.com- Dalam rangka menyambut Hari Anti Korupsi Internasional 9 Desember kemarin, Wakil Ketua non Aktif  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto  menghimbau kepada ratusan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) agar menanamkan nilai-nilai integritas untuk memerangi korupsi.  Hal tersebut ia utarakan dalam acara behind the science Sapa Indonesia Kompas TV yang dipandu Timothy Marbun, Bayu Sutiyono, dan Glory Oyong di Gymnasium UPI, Kamis (10/12).

Salah seorang pendiri Indonesian Coruption Watch (ICW) itu mengatakan, tindakan para koruptor sudah cukup merenggut hak rakyat di segala bidang. Namun, ironi yang terjadi saat ini ialah masyarakat tidak memahami bagaimana pengaruh dari tindakan korupsi tersebut. “ Padahal, sekarang politik uang terjadi dimana-mana, termasuk PILKADA (Pemilihan Kepala Daerah,-red) kemarin,” ujarnya menanggapi pertanyaan Glory Oyong tentang cara yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi tindakan korupsi.

Maka dari itu, menurutnya untuk memerangi korupsi nilai-nilai integritas dan kejujuran perlu ditanamkan sedini mungkin. Hal tersebut dapat ditanamkan dari mulai lingkungan keluarga. “ Ibu dan bapak adalah sekolah pertama, kalo keduanya sudah gering (sakit,-red) bagaimana mau menanamkan kejujuran,” tambahnya. Selain itu, edukasi tentang korupsi pun perlu dilakukan oleh media massa agar masyarakat semakin mengerti tentang urgensi memerangi korupsi.

Senada dengan Bambang, JFlow yang turut hadir diacara tersebut mengungkapkan hal yang sama. Sebagai perwakilan musisi yang concern memerangi korupsi, pria yang bernama lengkap Joshua Matulessy itu pun turut prihatin dengan tindakan korupsi, seperti fenomena musik bajakan misalnya. “Hal itu bisa meredupkan semangat untuk berkarya lebih bagi para musisi,” ungkapnya dihadapan ratusan peserta. [ M. Ikhsan Ramadhan ]

Comments

comments