Wahyudin Zakarsy : “Jangan Sembarang Buka Program Studi”

81
Wahyudin Zakarsy saat berpidato di Seminar Nasional dis natalis Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) yang ke 7 di Auditorium Jica Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Selasa (08/12).
Wahyudin Zakarsy saat berpidato di Seminar Nasional dis natalis Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) yang ke 7 di Auditorium Jica Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Selasa (08/12).

Bumi siliwangi, isolapos.com-  “Jangan sembarang membuka program studi,” ujar Wahyudin Zakarsy saat pidato pembukaan acara seminar nasional dies natalis Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) yang ke 7 di Auditorium Jica Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Selasa (08/12). Dalam pidatonya, keynote speaker yang juga  Rektor Universitas Singaperbangsa itu mengangkat tema “Pendidikan Indonesia, Tantangan dan Peluang”.

Menurut Wahyudin, salah satu permasalahan yang dihadapi sektor pendidikan di Indonesia adalah rendahnya kualitas tenaga pendidik. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Ihwal kualitas Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) yang menghasilkan tenaga pendidik tersebut misalnya. Sejak membludaknya sekolah tinggi keguruan pada tahun 2005 lalu, tak sedikit LPTK atau sekolah tinggi keguruan yang dinilai berkualitas rendah. Ia menyarankan, izin pendirian sekolah-sekolah tinggi keguruan perlu diperketat. “ Saya sangat setuju STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan,-red) yang ecek-ecek itu ditutup,” ujar Wahyudin pada pidatonya.

Selanjutnya, cara pandang tenaga pendidik pun perlu diluruskan tentang kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Sebagai contoh, kebijakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang tunjangan profesi. Kebijakan pemerintah seperti itu perlu disikapi sebagai cara untuk mensejahterakan peserta didik, bukan mensejahterakan tenaga pendidiknya. “ Jika siswa sejahtera, maka tenaga pendidik pun akan ikut sejahtera,” lanjutnya.

Sebagai closing statement pidatonya, Wahyudin mengingatkan bahwa kualitas tenaga pendidik perlu diperhatikan secara intens. Ia memandang, kelas merupakan satu sistem sosial yang mencerminkan pembangunan dalam peradaban bangsa.”Yang kita lihat sekarang, adalah cerminan yang terjadi di dalam kelas saat ini,” pungkasnya dihadapan ratusan peserta.

Setelah pidatonya itu, acara seminar nasional dies natalis FPEB yang ke 7 itu pun dimulai. Dengan mengangkat tema “Kaleidoskop Pendidikan Ekonomi dan Bisnis di Indonesia : Tantangan dan Peluang” acara tersebut menghadirkan para pemateri seperti, Haryadin Mahardika, Irfan Syauqi Beiq, Poppy Sofia Koeswoyo, dan Aldrin Herwany. [ Hikmat Syahrulloh]

Comments

comments