Lama di Depan Televisi, Tidak Baik untuk Anak

49

 

Engkos Kosasih, Ketua Departemen Psikologi UPI, ketika menghadiri Bincang Isola "Mendidik TV" di Teater Terbuka Museum Pendidikan Nasional UPI, Rabu (30/3).
Engkos Kosasih, Ketua Departemen Psikologi UPI, ketika menghadiri Bincang Isola “Mendidik TV” di Teater Terbuka Museum Pendidikan Nasional UPI, Rabu (30/3).

Oleh Indah Ristiani

Bumi Siliwangi, isolapos.com

Engkos Kosasih, Ketua Departemen Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)  selaku pembicara dalam Bincang Isola Bulan Maret dengan tema “Mendidik Televisi” mengungkapkan, perilaku yang muncul pada anak-anak merupakan hasil meniru, sehingga ia menyayangkan bila orang tua membiarkan buah hatinya berlama-lama menonton televisi. “Jika lama di depan Tv, anak tidak akan bersosialisasi dengan masyarakat,” ujarnya saat diskusi yang diselenggarakan oleh Unit Pers Mahasiswa (UPM) UPI, Rabu (30/3) di Teater Terbuka Museum Pendidikan Nasional UPI.

Pakar psikologi itu bertutur, orangtua dan masyarakat sebenarnya merupakan pendidik yang paling dekat dengan anak, namun posisi ini dapat tergeser oleh televisi. Nilai dan etika yang seharusnya diperoleh melalui kegiatan bermasyarakat bisa jadi tidak terkandung dalam berbagai tayangan di televisi.  Oleh karena itu, ia mengimbau orangtua agar mau memilih program televisi yang sesuai dengan usia anak.

Selain itu, orangtua sangat berperan untuk membimbing anak saat program televisi berlangsung. “Keterlibatan orang tua dalam melakukan pengawalan dibutuhkan, karena perilaku negatif bisa muncul akibat meniru acara Tv yang ada,“ ungkapnya kepada isolapos.com usai acara.

Menyoal pengaruh program televisi terhadap masyarakat, Engkos menganjurkan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah dan pihak televisi untuk memperhatikan kebutuhan setiap penontonnya, termasuk kebutuhan pendidikan bagi anak. Ia mencontohkan, tayangan boneka Unyil di masa lalu erat kaitannya dengan pembelajaran silaturahim, kesetiakawanan, dan nilai-nilai pancasila lainnya. Harapannya, tayangan di televisi mendukung terwujudnya masyarakat yang pancasilais, bukan mengedepankan kepentingan komersial.[]

Redaktur : Restu Puteri

Comments

comments