Ngamumule kebudayaan Lewat Pentas Kesenian

223

IPO

Oleh: Irma K 

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Departemen Pendidikan Bahasa Daerah (DPBD) UPI  menggelar Pagelaran Kasenian Sunda. Bertempatan di Gedung Kesenian Amphiteater UPI (08/04), DPBD mengusung tajuk “Candra Wiwaha; Rumah Budaya, Jaga Budaya”. Candra sendiri berarti bulan dan wiwaha adalah kebijakan.

Sekertaris Candra Wiwaha, Santi Adawiah, mengatakan, acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa DPBD UPI angkatan 2015 itu  merupakan acara tahunan DPBD.  Namun, Santi menegaskan, acara tahunan ini bukan cuman sekedar selebrasi semata, namun juga memiliki tujuan, yaitu Ngamumule, “ ‘ngamumule’ itu melestarikan budaya nenek moyang kita. Menumbuhkan kembali semangat jiwa muda untuk kembali ke budaya Sunda itu sendiri. Supaya warisan budaya nenek moyang kita itu tidak luntur nilai-nilai budayanya.”

Sepakat dengan teman seangkatannya, Nanda Meilinda, yang juga seorang penampil menyatakan, selain untuk menampilkan seni dan budaya sunda, acara ini juga dibuat untuk mengajak masyarakat, khususnya mahasiswa untuk kembali mempelajari budaya Sunda. Nanda menuding, dewasa ini, masyarakat, khususnya kaum muda Sunda mulai sedikit yang mau mempelajari budaya Sunda, yang ironisnya malah digandrungi masyarakat luar negeri. “Kalau bukan kita siapa lagi? Soalnya orang luar negeri juga banyak yang tertarik kebudayaan Sunda. Kita sebagai pemuda Sunda kemana aja?” ucap Nanda.

Gema Ramadhan,  mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi UPI, yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan, dirinya senang dan puas dengan pagelaran yang menampilkan kebudayaan Sunda. Lebih lanjut, sekali pun puas, bagi Gema, teknis pelaksanaan masih kurang sehingga membuat penonton kurang menikmati suguhan yang dibagi dalam Lisenda (tari-tarian) dan Sambada (selain tarian) tersebut. “Secara keseluruhan acara berjalan meriah, kelihatan kesungguhan panitia mempersiapkan acara ini. Tapi ga tau kenapa pas di salah satu pertunjukan beberapa aktor vocal dan artikulasinya kurang jelas terdengar. Jadi beberapa penonton di belakang kurang dapat memahami alur ceritanya,” ungkap Gema kepada redaksi Isolapos.com

Adapun rangkaian pertunjukan dalam pagelaran yang dimulai pukul 19.00 tersebut terdiri dari penampilan Tari Payung, Tari Merak, Gerak Dasar Tari Putra, Tari Yudharini, Karinding, Tari Kreasi Papatong, Layeutan Sora, Tari Senggot, Rampak Kacapi, dan Longser[].

Comments

comments