Sosialisasi Sistem Parkir Tidak Memuaskan, Mahasiswa Tuntut Pertemuan Lanjutan

239

Oleh: Nabil Haqqillah 

Bumi Siliwangi, Isolapos.com-Selasa, (28/11) Kelompok Kerja (Pokja) perparkiran melakukan sosialisasi sistem parkir di Gedung Auditorium Pendidikan Profesi Guru (PPG) Lt.6. Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Sekretaris Keamanan dan Ketertiban Kampus (K3) sekaligus perwakilan tim Pokja, Dadi Darmadi, Direktur Kemahasiswaan, Suwatno, serta perwakilan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Republik Mahasiswa (Rema), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM),  dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) lainnya.

Dadi dalam sosialisasi mengatakan bahwa terdapat miskonsepsi mengenai kebijakan parkir, ia mengatakan bahwa civitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tidak diwajibkan untuk membayar parkir. Hanya saja, jika memilih untuk membayar, maka civitas akademika akan mendapatkan asuransi kendaraan. 

“Saya tekankan lagi, tidak berbayar bagi mahasiswa, dosen, dan karyawan yang tidak mau berasuransi,” Ujar Dadi. 

Pada pukul 16.00 suasana di dalam auditorium mulai memanas saat sesi tanya jawab. Pasalnya saat ditanya mengenai sistem perparkiran UPI oleh mahasiswa, jawaban yang diberikan oleh Pokja K3 UPI tidak memuaskan mahasiswa yang hadir. Selain itu, para mahasiswa juga merasa waktu tanya jawab masih belum cukup. 

“Kalau begitu kita minta adakan pertemuan lagi, ” ucap salah satu mahasiswa yang hadir dalam sosialisasi. 

Sementara itu, di depan lobi gedung PPG telah berkumpul mahasiswa yang sudah melakukan orasi sembari membentangkan spanduk bertuliskan penolakan sistem parkir berbayar sejak pukul 14.00 siang. Sekitar pukul 16.30 mahasiswa yang berada di luar gedung mulai masuk ke dalam auditorium tempat sosialisasi berlangsung.

Para mahasiswa yang hadir juga menuntut seluruh orang yang terlibat dalam Pokja untuk hadir dalam sosialisasi lanjutan dan menunjukkan draft aturan parkir secara transparan. Suwatno selaku Direktur Kemahasiswaan mengatakan bahwa pihaknya akan membantu agar tim pokja bisa menentukan pertemuan lagi bersama mahasiswa dengan mengundang Tim Pokja dan Para pembuat kebijakan. “Pihak pihak terkait kalau perlu diundang,” ucap Suwatno. 

Suwatno melanjutkan bahwa pihaknya akan membantu mempertemukan mahasiswa dengan para pemangku kebijakan. “Saya ingin hadir juga direktur keuangan, ketua tim langsung pak Wakil Rektor (WR) 2, kepala biro sarpas (Sarana Prasarana-Red), pak WR (Wakil Rektor-Red) 1.” Pungkas Suwatno.

Dengan berat hati mahasiswa harus menerima bahwa sosialisasi berakhir sekitar pukul 17.00 WIB. 

Para mahasiswa yang menghadiri sosialisasi yang menamakan dirinya sebagai Aliansi Mahasiswa UPI Menggugat ini bersatu melakukan orasi secara bergantian. Tampak spanduk berisi narasi penolakan menghiasi jalannya aksi. 

Sekitar pukul 17.30 massa aksi mulai bergerak dengan mengelilingi kampus dan berhenti di depan gate 1 untuk kemudian berorasi lagi. Dalam press release nya, Aliansi Warga UPI Menggugat menyayangkan pembatasan pertanyaan selama sosialisasi dan ketidakmampuan

pokja untuk memberikan jawaban yang memuaskan terhadap seluruh pertanyaan yang diajukan, serta ketidakjelasan informasi dan alur pembuatan kebijakan. 

Adapun press release yang dibacakan oleh Aliansi Mahasiswa UPI Menggugat, menuntut:

1. Agenda pasti sosialisasi lanjutan terkait kebijakan. 

2. Transparansi akses draf kajian parkir yang sudah dilakukan sejak november. 

3. transparansi dokumen Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan perjanjian pihak ke 3 terkait asuransi. 

4. Transparansi alokasi dana UKT untuk pengembangan fasilitas sarana prasarana di kampus. 

Redaktur: Wulan Nur Khofifah

Comments

comments