Persoalan Fasilitas TIK tak Kunjung Usai

215
Komputer UPInet yang sudah tidak layak pakai tersimpan di salah satu ruang gedung TIK UPI, Rabu (20/11).

Bumi siliwangi, isolapos.com-

Persoalan fasilitas di Pusat Layanan Penggunaan Komputer Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) atau lebih dikenal dengan UPInet, menurut Direktur Direktorat  Teknologi Informasi dan Komunikasi (Direktorat TIK) UPI, Munir, fasilitas komputer yang disediakan sebagian besar tidak bisa dipakai. “Dari 300 komputer di dalam, yang rusak setengahnya lebih lah,” ungkap Munir ketika ditemui isolapos.com di ruangannya, Rabu (20/11).

Munir menuturkan, banyaknya unit komputer yang tidak bisa berfungsi salah satunya karena usia komputer yang sudah tua. “Komputer itu ada enam tahun yang lalu,  efektifnya kan empat tahun,” kata Munir.

Munir menjelaskan, Pihak Direktorat TIK UPI sejak tahun lalu sudah mengajukan untuk perbaikan dan pengadaan fasilitas terutama pengadaan komputer. Namun, UPI hanya bisa memenuhi pengadaan 30 unit komputer untuk tahun ini. ”Sudah mengusulkan dari tahun lalu, tapi kan ada prioritas universitas,” tutur Munir.

Menanggapi persoalan prioritas, Direktur Direktorat Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan UPI, Agus Setiabudhi menjelaskan, untuk pengadaan fasilitas di UPI, perlu dilakukan secara merata, sehingga tidak hanya unit komputernya saja tetapi hal lain seperti jaringan internet pun harus juga ditingkatkan. “Percuma kan kalau komputernya bagus tapi internetnya tidak jalan, ” terangnya.

Persoalan ini, kata Agus, bukan karena UPInet tidak diprioritaskan namun karena keterbatasan dana dan perlunya peningkatan yang merata, proses ini dilakukan belum maksimal. “UPInet itu masuk prioritas, namun untuk pengadaannya bertahap,” ungkap Agus.[Intan A. Ekawati]

 

Comments

comments