Tanggapan Universitas Menyoal Sosialisasi UKT

67
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (BEM Rema) UPI, Ahmad Faqihuddin saat berorasi sambil menunggu perwakilan universitas di Gedung Isola, Kamis (24/4).

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Setelah menunggu sekitar setengah jam di depan Gedung Isola Universitas Pendidikan Indonesia atas aksi Uang Kuliah Tunggal (UKT) (baca: Tolak UKT, Mahasiswa Kembali Aksi), Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemahasiswaan, Kemitraan dan Usaha, Dadang Sunendar menemui perwakilan mahasiswa di ruang rapat Gedung Isola. Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (BEM Rema) UPI, Ahmad Faqihuddin langsung menuntut agar UPI melakukan sosialisasi terkait UKT kepada calon mahasiswa baru.

“Karena secara teknis UPI yang melaksanakan,” katanya. Menurut Faqih, orangtua mahasiswa berpikir bahwa pembayaran UKT hanya besar di awal, sedangkan di semester berikutnya kecil. “Tapi kan tidak seperti itu, oleh karenanya jangan sampai korban semakin banyak,” kata Faqih, Kamis (24/4).

Menanggapi hal itu, Dadang menerima tuntutan sosialisasi UKT, pihaknya akan berusaha menyosialisasikan UKT agar mahasiswa mengerti aturan main UKT. Bersama BEM Rema, UPI akan bekerja sama. “Nanti Humas UPI akan memberi tahu di web UPI,” katanya.

Niatan BEM Rema tak selalu disambut hangat, Ketua Unit Kegiatan Studi Kemasyarakatan, Nur Fahmi berpesan agar BEM Rema tetap berhati-hati dengan kerja sama yang akan dilakukan nanti. “Boleh kerja sama, asal jangan jadi antek-antek ‘mereka’, itu ketakutan saya,” kata Fahmi kepada isolapos.com.

Menurutnya, BEM Rema harus tetap menjadi lembaga yang independen dan mempunyai sikap.“Kami di sini akan terus mendorong BEM,” tutup Fahmi.[Julia Hartini]

Comments

comments