Pendidikan Tanpa Solusi

36

Bumi Siliwangi, isolapos.com-,

Timses capres cawapres Reni Marlinawati dan Tatto Hartatto Supriyatna saat melakukan foto bersama di gedung Gedung Ahmad Sanusi , Senin (30/)6).

Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) 9 Juli nanti, Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Maasiswa (BEM-Rema) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar dialog kebangsaan bedah visi misi dan rekam jejak calon Presiden dan Wakil Presiden (capres-cawapres) RI 2014. Acara yang bertemakan “Meneropong Wajah Pendidikan Indonesia Lima Tahun ke Depan” ini diselenggarakan di Gedung Ahmad Sanusi, Senin (30/6).

Presiden Bem Rema UPI, Ahmad Faqqihudin dalam sambutannya menuturkan kegiatan dialog kebangsaan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi perpolitikan yang terjadi di Indonesia.Lanjutnya ia mengaku kecewa karena bidang pendidikan kurang mendapat perhatian lebih dari kedua calon dalam acara-acara debat dan bedah visi-misi capres dan cawapres maupun dalam acara kampanye.” Padahal pendidikan menjadi satu tonggak peradaban suatu bangsa,” ujarnya berpidato.

Acara ini menghadirkan narasumber dari kedua Tim Sukses kandidat capres dan cawapres. Dari pasangan no urut 1 diwakili oleh Reni Marlinawati, sementara dari pasangan no urut 2 mengutus Tatto Hartatto Supriyatna. Dihadapan 272 peserta.

Menurut Mahasiswa Departemen Pendidikan Ilmu Komputer, Alifia menuturkan, pemaparan kedua tim sukses capres dan cawapres kurang sesuai harapan, jawaban yang diberikan oleh kedua wakil kurang memiliki solusi bagi permasalah pendidikan, seperti permasalahan yang ditanyakan oleh salah satu perserta mengenai Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK-red), dijawab dengan lebih condong akan kuantitas dari pada kualitas, padahal jika LPTK direkapitulasi, seharusnya memiliki hal yang lebih solutif untuk masalah yang dihadapi. “Sebenarnya ada yang sedikit kurang, enggak sesuai harapan, apalagi permasalahan LPTK,” ucapnya.

Lain lagi dengan Mahasiwa Departemen Pendidikan Tata Busana, Ismatul Aulia mengutarakan harapan pendidikan Indonesia untuk lima tahun ke depan tidak hanya mendidik siswa akan ilmu pasti melainkan memberikan pendidikan yang sesuai dengan bidang yang diminati oleh siswa itu sendiri. ”Jadi yang harus dimaksimalkan juga bukan hanya perlajaran umum saja, harus merata dengan pelajaran yang disukai atau diminati oleh siswa,” katanya.

Sedangkan Mahasiswa Departemen Pendidikan Biologi, Erna Nur H. mengungkapkan harapannya agar terciptanya pendidikan yang seimbang antara ilmu pengetahuan umum dengan ilmu agama, agar terciptanya siswa yang pintar dan berakhlak mulia. “Sistem pendidikan harus dibenahi dan adanya pembaharuan kurikulum,” paparnya. [Hikmat Syahrulloh & Restu Puteri]

Comments

comments