Membangun Patriotisme Lewat Sajak Sunda

239
Aksi penari saat pembacaan sajak pada pagelaran Musikalisasi Sajak Sunda di Gedung kebudayaan, Jum'at (4/9) malam.
Aksi penari saat pembacaan sajak pada pagelaran Musikalisasi Sajak Sunda di Gedung kebudayaan, Jum’at
(4/9) malam.

Bumi Siliwangi, isolapos.com- “Kamerdikaan teh peurih, ngalembereh getih balas dibintih,” ujar mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa Daerah (DPBD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Galih, ketika menuturkan sajak Rengasdengklok. Sajak karya Darpan Adiawinangun ini dibacakannya dalam pagelaran musikalisasi sajak sunda di Gedung Kebudayaan UPI, Jumat (4/9).

Menurut Dosen DPBD, Chye Retty Isnendes kegiatan yang bertemakan “Patriotisme dalam Puisi Sunda” ini menjadi upaya dalam membangun semangat patriotisme khususnya dengan karya-karya sastra. Tujuh sajak yang dibacakan pun merupakan sebuah upaya untuk menunjukkan kembali eksistensi perjuangan suku Sunda khususnya di tatar sunda. “Padahal suku sunda pun memiliki semangat patriotisme,” tuturnya.

Bu Chye –begitu Chye Retty akrab disapa- turut mengapresiasi para penonton dan panitia yang antusias dalam penyelenggaraan kegiatan. Ia sangat senang pagelaran ini berjalan dengan lancar, karena persiapan yang matang dan serius membuat penampilan para pemain yang terlibat cukup mengesankan. “Pada hari ini penonton merespon dengan suka cita, alhamdulillah berarti pagelaran kita berhasil,” ungkapnya. Menurut Erik Eriansyah selaku ketua pelaksana pun merasa sangat senang ketika pagelaran ini bisa berjalan dengan baik. “Saya sangat senang sekali karena sekitar enam bulan kita di gojlok untuk latihan,” tutupnya.

Menurut Didi Sukyadi, Wakil Rektor Bidang Riset, Kemitraan, dan Usaha turut mengapresiasi pagelaran yang diadakan oleh mahasiswa DPBD UPI ini. “Hebat lah pokokna mah (pokoknya hebat),” pungkas Didi Sukyadi. Selain Galih, musikalisasi sajak ini juga diisi oleh Chye Retty Isnendes selaku dosen dan mahasiswa DPBD lainnya. [Syawahidul Haq]

Comments

comments