GMPP Kritik Soal Transparansi Lembaga Pendidikan

101
Perwakilan dari GMPP (Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan) Hary Santomi saat acara Bincang Isola di Teater terbuka Museum Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jumat (18/12) .
Perwakilan dari GMPP (Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan) Hary Santoni saat acara Bincang Isola di Teater terbuka Museum Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jumat (18/12) .

Bumi Siliwangi, isolapos.com-“Karena masalah terbesar bangsa ini adalah ketika tidak adanya transparansi dan pertanggungjawaban yang layak dalam dunia pendidikan,” tutur perwakilan dari GMPP (Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan) Hary Santoni kepada isolapos.com saat ditemui usai acara Bincang Isola, Jumat (18/12) di Teater terbuka Museum Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa sistem pendidikan di Indonesia masih terkontaminasi oleh praktik-praktik korupsi, manipulasi dan hal-hal lain yang bertentangan dengan kaidah-kaidah hukum positif negara. Banyak sekali menurutnya, pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh sekolah, tenaga pendidik, dan oknum yang lolos dari jerat hukum karena hukum masih “setengah hati” dalam dunia pendidikan.

“Pelanggaran dan penyelewengan di dunia pendidikan bobot moralnya 2X lebih berat dibandingkan bidang-bidang lainnya,” imbuhnya.

Selama ini kasus korupsi menurut Hary, banyak dilakukan dari penggunaan dana masyarakat. Ia menambahkan, para koruptor menganggap bahwa dana masyarakat yang terkumpul itu bisa dibagi-bagi kemana saja. Para oknum itu tidak menganggap dana yang mereka ambil adalah dana publik yang harus dipertanggungjawabkan.

Menanggapi hal ini, Hari Santomi mengatakan kalau negara ini ingin bersih dari korupsi, pendidikan itu tidak boleh terkontaminasi oleh modus korupsi sedikit pun. Dunia Pendidikan harus bersih dari korupsi, karena pendidikan pun tak semata-mata mendorong kecerdasan intelektual tapi juga mendorong kecerdasan moral. [Mella Apriliani]