Dwichestra: Perpaduan Musik Apik

209

Oleh : Faika Muhammad A.

Bumi siliwangi, isolapos.comDwichestra, acara garapan Mahasiswa Pendidikan Seni Musik FPSD UPI 2016, kemarin sore telah dibayar dengan tepuk tangan riuh para penonton yang menggema Amphitheater, Rabu (12/10). Pasalnya, konser apik yang berdurasi 4 jam ini berhasil menyuguhkan lagu-lagu nasional dan lawas, Orkestra Simphony Bumi Siliwangi misalnya.

Dwichestra yang merupakan perpaduan musik antara Keroncong dengan orkestra barat ini, membawakan pula lagu Manuk Dadali dengan gaya orkestra. Disambung tembang Geef mi Maar Nasi Goreng, Surilang dan keroncong tuguan dari Orkes Emosi Jiwa.

Jose Kurniawan, Ketua Pelaksana Dwichestra menjelaskan, alasan dirinya dan kawan-kawannya melaksanakan kegiatan ini untuk memberi edukasi dan memperkenalkan keroncong. “Jadi acara macam ini (Dwichestra -red) jarang banget di UPI. Jadi kita adakan acara macam ini. Kan biasanya acara kayak ini adanya di daerah kayak solo,” ujar Mahasiswa Seni Musik UPI 2016.  Dia berharap, tujuannya tercapai selepas acara dihelat.

Senada dengan Jose, Fitri Rahmawati, salah satu personel Orkes Emosi Jiwa menyatakan,  acara keroncong ini sangat bagus. Ia juga menyampaikan keroncong harus dilestarikan dengan segala keunikannya, terlebih ia sebagai mahasiswi Seni Musik UPI 2013. “Di keroncong itu yang menarik ada alat musik cak cup, mirip ukulele khas keroncong. Kan multikultural dari musik luar (Portugis -red),” tutur Fitri.

Salah satu penikmat musik keroncong asal Bandung, Andri Septian memberikan pandangannya mengenai acara kolaborasi ini.  Pria berusia 23 tahun itu mengungkapkan kepuasannya. “Bagus. Keren. Bukti kalau keroncong masih bisa dinikmati dan memiliki basis penggemar yang banyak di Bandung. Cuma kurangnya ya penutupannya. Garing gitu,” ucapnya.[]

Redaktur : Prita K. Pribadi

Comments

comments