FPBS Uji Coba Presensi Online

27

Oleh: Ratna Nurul

Bumi Siliwangi, isolapos.com Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) UPI terhitung mulai Senin, (12/03) melakukan uji coba presensi online bagi mahasiswa. Salah satu departemen yang melakukan uji coba ini ialah Departemen Pendidikan Bahasa Jerman.

Putrasulung Baginda, Sekretaris Departemen Pendidikan Bahasa Jerman mengatakan, adanya uji coba presensi online merupakan sebuah keharusan bagi kampus modern, termasuk UPI.

“Uji coba ini penting, nanti kita lihat kekurangannya apa, kita perbaiki. ” ujar Putra, sapaan akrabnya.

Putra menuturkan, pelaksanaan uji coba presensi online dalam lingkup FPBS, hanya dapat dilakukan pada satu ruang kelas di Departemen Pendidikan Bahasa Daerah dan Pendidikan Bahasa Jerman saja. “Kalo FPBS baru dua departemen yaitu Bahasa Jerman dan Bahasa Daerah, itupun masing-masing baru satu kelas,” tuturnya saat ditemui di ruangannya, Jumat (09/03).

Pertimbangan pemilihan fakultas dan departemen tertentu dalam penerapan presensi online ini berdasarkan ketersediaan koneksi internet yang memadai. Hal ini disebabkan, nantinya sistem online, akan terhubung ke sistem pembelajaran online terpadu (spot). “Syarat utama nya adalah ada saluran internet yang bagus,” tambah Putra.

Adanya uji coba Putra berharap agar sistem online dapat membantu kinerja administrasi,  meningkatkan mutu pelayanan, mempermudah mahasiswa untuk mengakses presensinya. Kemudian, Putra juga mengatakan, apabila ada kendala dalam uji coba ini dapat diperbaiki untuk penerapan yang sebenarnya. “Tampaknya akan dievaluasi oleh upinet, diperbaiki aturannya sebelum nanti akan diterapkan untuk seluruh kelas di UPI,” tutunya.

Adanya uji coba presensi online ditanggapi positif oleh Siti Syamsiah Reniton Rama, mahasiswi Pendidikan Bahasa Jerman. Menurutnya, presensi online dinilai baik karena memanfaatkan teknologi. “Bagus juga sih, memanfaatkan teknologi yang ada, tapi ada kekurangannya, ” ujar Reniton.

Kekurangan tersebut menurut Reniton ialah adanya presensi online dikhawatirkan dapat membuka peluang titip presensi yang lebih besar di kalangan mahasiswa. “Nanti bisa aja ada yang boong, nitipin kartunya ke temennya kayak gitu kan,” kata mahasiswa semester 4 itu.[]

Redaktur: Dzahban Jodhie

Comments

comments