Upaya Meningkatan Minat Baca, FPBS Buat Pojok Baca

8

Oleh: Firdhayanti

Bumi Siliwangi, isolapos.com— Dalam rangka meningkatkan minat baca mahasiswa, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) UPI membuat Pojok Baca. Fasilitas ini berupa rak berisi ragam buku yang diletakkan mengelilingi pilar dan tembok di beberapa titik di gedung FPBS. “Pak dekan juga ingin meningkatkan motivasi mahasiswa untuk membaca,” ujar Novi  Yuliawati, salah satu Staff Sub Bagian Umum dan Perlengkapan FPBS, saat ditemui reporter isolapos.com di Lobby FPBS, Kamis (1/3).

Ia mengungkapkan, Pojok Baca sudah ada sejak tahun 2017. Kini, ditambah sejumlah rak dan koleksi buku baru pada awal tahun 2018. “Baru terealisasi di 2017 akhir dan selesai di 2018 bulan Januari,” ujarnya. Sedangkan Pojok Baca FPBS ini dapat ditemui di dekat kursi di lobby FPBS dan ruang akses internet di lantai 4.

Novi juga menambahkan, Pojok Baca merupakan ide dari dekan FPBS. “Dekan terinspirasi dari Madinah katanya. Di sana ada pilar-pilar besar sama seperti di FPBS yang dikelilingi oleh buku-buku. Memang bentuknya tidak persis seperti ini tapi di sana sama ada rak buku di pilar-pilar.”

Selain itu, koleksi buku yang terdapat di Pojok Baca ini bersumber dari berbagai pihak. “Hibah dari Badan Bahasa, universitas lain, dan dari dekan sendiri,” tambahnya.

Namun, Novi mengakui buku-buku yang dipajang masih kurang lengkap. Dimana saat ini hanya terdapat buku novel, buku seputar kebahasaan dan jurnal. “Memang koleksinya masih banyak yang kosong tapi akan diperbaharui seiring berjalannya waktu,” katanya.

Walaupun begitu, adanya Pojok Baca cukup membantu sebagian mahasiswa dalam mencari referensi buku untuk kebutuhan perkuliahan. ‘’Saya juga salut ada mahasiswa yang meminjam buku dan ingin membaca di kelas dan mereka menitipkan KTM-nya di saya,” tambahnya.

Sekalipun terdapat mahasiswa yang minat bacanya rendah, Pojok Buku ini bermanfaat bagi mereka untuk menstimulus membaca. ‘’Rak-rak di sini bisa memberikan stimulus buat orang-orang yang duduk untuk membaca,’’ ujar Kemal Musthafa, Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia.[]

Comments

comments