Kronologi Gerakan Mahasiswa Menolak RUU KPK

125

Oleh: Muhamad Abdul Azis

Aksi mahasiswa yang menolak RUU KPK pada Kamis (19/9), aksi digelar di depan gedung DPR MPR RI Senayan Jakarta. Aksi ini dianggap angin segar karena dipercaya akan membawa angin perubahan.

Jurnalis isolapos berangkat dari Bandung dengan bergabung bersama Aliansi Mahasiswa Bandung. Titik kumpul berada di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (PKM UPI).

Beberapa BEM dari perguruan tinggi di Bandung seperti STIE Inaba dan Universitas Nurtanio pun bergabung dengan massa aksi dari BEM Rema UPI. Sempat ada intelijen yang memfoto supir dan kendaraan yang digunakan.

Perjalanan dimulai sekitar pukul 07.07, melalui Pintu Tol Pasteur dan melelaui Tol Purbaleunyi.

10.47: Massa aliansi mahasiswa Bandung sampai di areal Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta dan langsung menuju kantor TVRI sebagai titik kumpul aksi.

11.14: Massa istirahat untuk makan siang dan menunaikan solat zuhur di kantor TVRI sambil menunggu massa dari beberapa kampus di Jakarta dan sekitarnya.

13.58: Massa mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia, STIE Inaba, Universitas Nurtanio dan STMIK Mandiri.

14.14: Massa tiba di gedung DPR RI Senayan Jakarta dan bergabung dengan massa aksi dari Universitas Indonesia.

14.18: Massa aksi menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”.

14.24: Mahasiswa Universitas Indraprasta (Unindra) orasi di depan massa aksi

14.28: Mahasiswa Universitas Paramadina orasi di depan massa aksi

14.30: Mahasiswa UPN Veteran orasi di depan massa aksi

14.37: Mahasiswa Instititut Teknologi Bandung orasi di depan massa aksi

14.54: Massa memasang berbagai spanduk di gerbang utama gedung DPR RI, salah satu spanduk berisikan tanda tangan dan bertuliskan “KPK Dibunuh Tapi Semangat Kami Akan Terus Hidup dan Bertumbuh”

15.19: Massa yang berasal dari Universitas Trisakti Jakarta bergabung dengan massa aksi dengan perkiraan jumlah 1000 orang

Massa aksi yang berasal dari berbagai kampus seperti Trisakti, UI, UPN Veteran, Paramadina, UPI, ITB dan berbagai perguruan tinggi memadati jalan Gatot Soebroto, sehingga kepolisian hanya memberlakukan 1 lajur untuk kendaraan yang dari arah Semanggi ke Slipi.

Massa aksi memanjat tembok pembantas antara jalan Gatot Soebroto dan Tol Dalam Kota. Massa sempat berteriak “Revolusi!” dan mengancam menduduki gedung DPR RI. Ada satu kejadian mobil berplat merah melintas depan massa aksi, massa berteriak “mobil rakyat”.

15.38: Presiden mahasiswa UPI Bandung berorasi di depan massa aksi.

15.47: Jalan Gatot Soebroto dari arah Semanggi macet total.

Massa terus menyanyikan lagu Darah Juang dan Lagu Pembebasan untuk terus membakar semangat. Orator pun terus berganti, selain menuntut UU KPK yang dianggap melemahkan KPK sebagai lembaga independen, massa pun menyoroti masalah seperti UU Pertanahan, Ketenagakerjaan, Mineral dan Batu Bara, Penghapusan Kekerasan Seksual dan RKUHP.

16.53: Perwakilan massa aksi diperkenankan masuk ke dalam gedung DPR RI dan menemui sekretaris jenderal DPR RI.

Jurnalis isolapos mencoba masuk namun ditolak oleh anggota pengamanan, kemudian ada bocoran jika pers diperkenankan masuk lewat gerbang belakang. Jurnalis isolapos langsung menuju gerbang belakang dekat lapangan tembak Perbakin, namun ketika sampai pers kembali ditolak karena dianggap masih bagian dari perwakilan mahasiswa dan diminta kembali ke gerbang utama.

Azan magrib telah berkemundang, seorang massa aksi melantunkan azan di atas mobil komando, sedangkan massa aksi yang lain duduk dan bersiap menunaikan solat magrib. Ada kekhawatiran aksi dibubarkan secara paksa oleh pihak kepolisian karena melebihi batas, namun kordinator lapangan telah berkordinasi dengan pihak kepolisian Polda Metro Jaya.

Sejumlah pelajar SMA mengatasnamakan Aliansi Pelajar Jakarta berorasi di depan massa aksi, menyerukan agar mahasiswa bersatu menolak RUU KPK dan RKUHP. Beberapa mahasiswa mulai meninggalkan gerbang DPR RI.

18.25: Mobil komando harus kembali ke serikat buruh karena akan digunakan untuk aksi serikat buruh.

Jalan Gatot Soebroto kembali dibuka, namun mahasiswa menolak dan meminta polisi kembali menutup jalan. Mahasiswa membaringkan diri supaya jalan terus diblokade, sempat terjadi clash antara mahasiswa dan pengendara. “Duduki gedung DPR!” mahasiswa terus berseru.

Tagar #MahasiswaBergerak menduduki trending topic di Twitter.

19.15: Beberapa massa aksi melakukan aksi teatrikal di depan gedung DPR.

20.00: Perwakilan mahasiswa yang menemui sekjen DPR RI telah keluar dan bergabung di tengah massa aksi.

20.05: Mahasiswa mengucapkan Sumpah Mahasiswa dan dilanjutkan pembacaan hasil kesepakatan sementara antara perwakilan mahasiswa dan sekjen DPR.

20.08: Terjadi ketegangan karena beberapa massa aksi tidak merasa puas dengan kesepakatn tersebut.

20.22: Diskusi terbuka dimulai, Fajar mahasiswa Unindra menyampaikan pendapatnya terkait kesepatan antara perwakilan mahasiswa dan sekjen DPR RI.

Ada isu yang tersebat jika aksi akan berjalan anarkis, sehingga korlap menginisiasi segera membubarkan diri.

20.30: Massa mulai membubarkan diri.

20.39: Jalan Gatot Soebroto mulai berangsur normal.

Redaktur: Muhammad Zaki Annasyath

Comments

comments