Makna 19 bagi UKM Studio 229

111
Lukisan-lukisan yang dipamerkan dalam acara “The Great of Exhibition 19” yang diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Studio 229, 18 Desember 2013.

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Salah satu sudut kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ada markas bernama Galeri Studio 229, tempat para pegiat seni rupa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Studio 229. Siang itu, ruangan tersebut ramai oleh sejumlah mahasiswa. Dari balik jendela markas, terlihat seorang mahasiswa berambut gondrong memegang pengeras suara. Ia berseru mempropaganda khalayak untuk mampir sejenak ke markas mereka. “Daripada terjebak macet, lebih baik mampir ke sini,” seru mahasiswa pemilik nama Ridhwan Badar itu.

Hari itu, di sudut lain kampus UPI sedang berlangsung perhelatan akbar, hajat Wisuda Gelombang III. Nampak jelas dari depan markas UKM Studio 229 yang bertempat di Jalan M.A. Gazali, deret kendaraan beroda empat padat mengantri. Jalan M.A Gazali ini adalah salah satu jalan strategis menuju Gymnasium, tempat berlangsungnya prosesi wisuda.

Di depan pintu masuk galeri, pengunjung yang datang  dipersilakan mengisi daftar hadir, dan mengambil sebuah katalog. Sampul katalognya terkesan ramah dengan padu padan warna yang lembut nan estetik perpaduan antara hijau muda dan krem, di bagian tengahnya ada gambar menyerupai bangunan galeri itu, pada badan bangunan tertulis “STUDIO 229”. Di atas gambar bangunan itu, dalam posisi seperti matahari ketika tengah hari, ada sebuah tajuk di dalam terdapat angka 19 (sembilan belas) dengan ukuran yang besar, angka ini sepertinya sengaja ditonjolkan. Di bagian bawah wajah katalog berderet aksara berwarna merah terang, muncul dengan berani di antara dominasi warna-warna pastel yang lembut, deretan aksara itu membentuk suatu kalimat berbunyi “The Great of Exhibition 19”.

Ridhwan menuturkan bahwa “The Great of Exhibition 19”, merupakan nama dari rangkaian acara yang digagas oleh para aktivis UKM Studio 229. Filosofi simbol angka sembilan belas ini adalah bentuk pemaknaan dari sembilan belas huruf yang membentuk kalimat basmalah yang terdapat dalam kitab Al-Qur’an. Kalimat basmalah merupakan kalimat pembuka setiap surat yang ada di Al-Qur’an. Hal ini diwartakan oleh kurator pameran, Fahrul Satria N yang tertulis dalam katalog pameran. “Kata basmalah yang merupakan statement pembuka dari setiap surat-surat dalam Al-Qur’an ini diambil dan dituangkan menjadi sebuah simbol angka 19 yang diharapkan dalam pameran ini menjadi awal pembuka yang baik bagi para calon Anggota UKM Studio 229 untuk terjun dan berlayar dalam derasnya dunia kesenirupaan,” tulis Fahrul dalam katalog pameran.

Tentang makna historisnya, ketua pelaksana pameran, Ridhwan Badar menceritakan bahwa sembilan belas adalah usia Studio 229 ketika gagasan untuk menyelenggarakan pameran ini dicetuskan.

Dalam pameran yang berlangsung pada tanggal 18 sampai dengan 24 Desember 2013 ini ada sebanyak 40 karya yang dipamerkan. Peserta pameran merupakan para anggota dan calon anggota Studio 229 yang berasal dari macam-macam program studi dan jurusan. Mereka membawa ragam jenis karya, diantaranya lukisan, drawing, instalasi, patung, video, fotografi, dan mural. Tidak hanya menyuguhkan pameran karya, kegiatan ini juga menawarkan pengunjung untuk menyaksikan proses pembuatan karya dan belajar seni rupa secara langsung dengan mengikuti workshop dan mengunjungi stand yang berada di pelataran galeri. [Intan A. Ekawati]

Comments

comments