Pentas Anak Golek

7

Oleh: Zhafira Khaerinnisa M. H.

Di hadapannya seonggok buku

pada tergeletak,

punggung tegak

sebab tarikan kawat di pundak,

didandan mewajahi puteri-puteri raja, 

dipampangnya menyambut harapan mak bapa

Seringkali kutemui

tengah menimbang nyali

: dari derap suara sepatu

hingga cara menggeser pintu

Mak bilang

“Jangan jadi Hakim yang menghukum”, 

maka ia hitung tiap kata di ujung lidah 

supaya tak lebih dari bisu

Bila lisannya meruncing

kawat lehernya memelintir,

dibiarkannya luka pada tekak

terus berbiak

Seperti kayu menyambut api

habis perlahan

membawa kehangatan orang mati

ke hadapan hari

baru lagi

You might also like