AIESEC in Bandung Bawa Ayu Mengenal Budaya Dunia hingga Kembali Mengapresiasi Budaya Daerah Sendiri
Mengenal budaya dari berbagai negara menjadi salah satu hal yang membuat Ayu Rahayu tertarik mengikuti Global Village 2026. Namun, di tengah keberagaman budaya yang ia temui, justru budaya dari daerah asalnya sendiri yang memberikan kesan paling mendalam. Melalui workshop Wayang Golek, Ayu merasa seperti kembali dikenalkan pada kebudayaan Jawa Barat yang selama ini sudah tidak asing baginya.
Ayu Rahayu merupakan mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia dari Kabupaten Bandung Barat yang menempuh pendidikan di program studi Manajemen Resort dan Leisure. Bidang studinya berfokus pada lingkup pariwisata, khususnya perencanaan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Ketertarikannya terhadap kebudayaan menjadi salah satu alasan ia tertarik menghadiri Global Village untuk pertama kalinya.
Ayu pertama kali mengetahui Global Village melalui unggahan Instagram yang dibagikan oleh temannya. Saat itu, ia dan temannya memang memiliki ketertarikan yang sama terhadap kebudayaan. Ketertarikan tersebut membuat mereka memutuskan untuk datang dan merasakan langsung kegiatan yang mempertemukan berbagai budaya dalam satu acara.
Ekspektasi Ayu terhadap Global Village pun muncul dari keinginannya untuk bertemu orang-orang baru dan mendapatkan pengetahuan baru mengenai budaya dari berbagai negara. Namun, salah satu pengalaman yang paling berkesan justru datang dari kebudayaan yang sudah dekat dengan kehidupannya sehari-hari.
Workshop Wayang Golek bersama Kang Bima menjadi momen yang paling Ayu ingat selama Global Village 2026. Meskipun sudah tidak asing dengan keberadaan Wayang Golek sebagai salah satu kesenian khas Jawa Barat, penjelasan yang diberikan secara interaktif membuatnya memahami kesenian tersebut secara lebih mendalam.
“Sebagai orang yang lahir dan besar di Jawa Barat, aku merasa seperti dikenalkan kembali sama kebudayaan asli dari daerah sendiri,” ungkap Ayu.
Melalui workshop tersebut, Ayu mendapatkan pengetahuan yang lebih detail mengenai Wayang Golek, mulai dari bentuk visual, material yang digunakan, pemaknaan dan nilai di dalamnya, hingga cara memainkan wayang. Ia juga mendapat kesempatan untuk melihat bahwa memainkan Wayang Golek tidak semudah yang terlihat. Gerakannya yang tampak lincah membutuhkan latihan dan keterampilan dari para pelaku seni.
Pengalaman tersebut membuat Ayu semakin kagum terhadap para pelaku seni yang terus mempertahankan kesenian Wayang Golek. Baginya, mengenal budaya tidak selalu berarti menemukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Terkadang, sebuah pengalaman justru dapat membuat seseorang melihat kembali sesuatu yang sudah dekat dengan perspektif yang berbeda.

Selain Wayang Golek, pengalaman Ayu selama berkeliling di booth exchange participants atau EP juga memperluas pengetahuannya mengenai budaya negara lain. Dari berbagai booth yang ada, Vietnam menjadi negara yang paling menarik perhatiannya.
Ketertarikan tersebut muncul dari berbagai aspek. Ayu memperhatikan pakaian tradisional Vietnam yang berwarna kuning cerah dengan detail yang menurutnya cantik dan anggun. Ia juga mencoba makanan Vietnam berupa salad mangga yang memiliki perpaduan rasa asin, manis, dan pedas. Penggunaan kecap ikan sebagai salah satu bahan yang memberikan rasa umami turut memperkaya pengetahuannya mengenai kuliner Vietnam.
Tidak berhenti pada budaya dan kuliner, latar belakangnya sebagai mahasiswa pariwisata juga membuat Ayu tertarik dengan lanskap, keindahan alam, serta potensi wisata Vietnam. Pengalaman tersebut bahkan membuat Vietnam masuk dalam daftar negara yang ingin ia kunjungi.
Dari berbagai interaksi dan pengalaman tersebut, Ayu mendapatkan pemahaman bahwa manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, keberagaman budaya yang ada saat ini terbentuk dari bagaimana manusia memanfaatkan potensinya dan membangun kebudayaan di dalam masyarakat. Setiap proses tersebut kemudian melahirkan keunikan yang menjadi bagian dari identitas suatu negara.
Pemahaman ini menjadi semakin relevan bagi Ayu sebagai mahasiswa yang mempelajari pariwisata. Ia melihat bahwa pariwisata tidak dapat dilepaskan dari aspek budaya. Lanskap, arsitektur, kuliner, dan adat istiadat merupakan bagian dari potensi yang dapat memperkenalkan identitas suatu negara kepada masyarakat global.
“Setiap negara memiliki potensi yang beragam dan unik baik dari segi landscape, arsitektur, kuliner, serta adat istiadat yang menjadi aspek penting dalam memperkenalkan identitas suatu negara secara global yang patut dibanggakan dan diperhatikan keberlanjutannya,” jelas Ayu.
Pengalaman Global Village 2026 akhirnya memberikan Ayu kesempatan untuk melihat budaya dari dua sisi sekaligus. Ia dapat mengenal budaya dari negara lain melalui interaksi langsung dengan EP, tetapi juga kembali melihat kebudayaan Jawa Barat melalui pengalaman yang membuatnya memahami Wayang Golek secara lebih mendalam.
Bagi Ayu, Global Village menjadi pengalaman yang memorable sekaligus membuka kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan baru dengan cara yang lebih interaktif. Ia pun mengajak calon peserta berikutnya untuk tidak ragu mencoba pengalaman serupa. Baginya, Global Village dapat menjadi ruang untuk bertemu orang-orang baru, mengenal budaya dari berbagai negara, dan membangun pengalaman yang akan terus diingat.
Pada akhirnya, pengalaman Ayu menunjukkan bahwa mengenal keberagaman tidak selalu harus membawa seseorang semakin jauh dari tempat asalnya. Terkadang, dengan melihat budaya dari perspektif yang berbeda, seseorang justru dapat kembali memahami dan semakin menghargai budaya yang sejak awal telah menjadi bagian dari dirinya.
END.
Deskripsi Singkat
Dari Wayang Golek hingga budaya Vietnam, Global Village memberi Ayu pengalaman baru dalam memahami keberagaman budaya secara lebih dekat.
Tentang Kami
AIESEC adalah organisasi kepemudaan internasional yang bersifat independen, non-politik, dan non-profit, yang dikelola sepenuhnya oleh anak muda. Didirikan pada tahun 1948, AIESEC kini hadir di lebih dari 100 negara dan wilayah, dengan fokus utama pada pengembangan kepemimpinan pemuda melalui pengalaman lintas budaya, proyek sosial, dan program pengembangan diri. AIESEC berlandaskan pada nilai-nilai kepemimpinan, keberagaman, integritas, dan keberlanjutan, serta berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Informasi Kontak
Untuk informasi maupun kerjasama lebih lanjut mengenai AIESEC in Bandung silahkan hubungi bagian Public Relations AIESEC in Bandung, melalui kontak berikut ini:
Alya Lubna Putri Hanafiah
Team Leader of Public Relations
Telepon : +62 813-1997-0284
Email : lubnahanafiah@gmail.com