Tolak UKT, Mahasiswa Kembali Aksi

171
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM Rema) Universitas Pendidikan Indonesia, Ahmad Faqihuddin saat orasi tolak Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Gerbang utama Kampus UPI, Kamis (24/4)

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Puluhan Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berjalan dari pelataran Gedung Geugeut-Winda Pusat Kegiatan Mahasiswa UPI menuju Gedung Isola, Kamis (24/4). Dikomandani Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (BEM Rema) UPI, Ahmad Faqihuddin, Mahasiswa Kampus Bumi Siliwangi, Kampus Daerah (Kamda) Purwakarta, dan Kamda Cibiru, menuntut kepada pimpinan universitas untuk membuat sistem verifikasi ulang Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang ditetapkan terhadap mahasiswa UPI.

Dalam orasinya, Faqih meneriakkan penolakannya terkait uang kuliah tinggi yang menyebabkan adanya cuti paksa. Tak hanya itu, sosialisasi kepada calon mahasiswa terkait kebijakan UKT dan memberi kejelasan akan nasib dana Bantuan Mahasiswa Tidak Mampu (BMTM) pun menjadi sorotan dalam aksi tersebut. “Hari ini, kami menuntut UPI untuk membuka keran dana BMTM,” ucap Faqih menggebu-gebu.

Berujung di Gedung Rektorat UPI, para pendemo tak langsung disambut oleh pimpinan universitas. Menurut Mahasiswa Kamda Purwakarta, Rendi Pratowo, kedatangannya ke Kampus Bumi Siliwangi ingin membantu adik angkatannya yang tersandung kebijakan UKT. “Di Kamda Purwakarta ada tiga kasus, kami hanya menuntut keringanan atas kebijakan itu, dan berdiskusi dengan pihak UPI” kata Rendi yang membawa 20 mahasiswa dari Kamda Purwakarta.

Tak hanya Rendi, Mahasiswa Kamda Cibiru, Yosy Retnasari pun mengatakan bahwa UKT ini membuat adik angkatannya sulit membayar karena harga yang melambung.“Kalaupun ada pencicilan, hari ini bisa selamat, tapi semester berikutnya belum tentu selamat,”  tutur Yosy. [Julia Hartini]

Comments

comments