Janji Manis di Ruang Audiensi

66
Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia saat menunggu perwakilan mahasiswa beraudiensi dengan pimpinan UPI di Gedung Isola, Jumat (2/5) dalam aksi peringatan Hardiknas.

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Mahasiswa angkatan 2013 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) patut bersyukur karena bisa membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) jauh lebih sedikit. Hal itu secara langsung disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Pengembangan, dan Hubungan Internasional, Aminudin Azis saat beraudiensi dengan perwakilan mahasiswa yang menolak UKT, Jumat siang (02/05) di Gedung Isola.

Dalam audiensi itu, Aminudin berjanji akan segera membenarkan data penghasilan orang tua mahasiswa yang salah secara sistem. “Apabila ada yang salah dengan sistem itu, maka kamai akan ganti,” kata Aminudin menegaskan.

Selain berjanji akan segera memperbaiki data yang salah, dia juga berjanji untuk membantu mahasiswa UPI yang merasa keberatan dengan UKTnya. “UKT tidak dapat diturunkan, tapi selisihnya dibayar UPI,” janji Aminudin lagi.

Sebelum meninggalkan ruangan audiensi, Aminudin mengatakan bahwa mahasiswa yang merasa data penghasilan orang tuanya salah bisa mengajukan perbaikan secara langsung kepada Direktur Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan, Syahidin, hingga tanggal 15 Mei. “Entar diurus sama Pak Syahidin,” pungkasnya.

Setelah Aminudin yang menyampaikan janji-janjinya, Direktur Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan, Syahidin pun turut memberikan pernyataan. Ia menegaskan bahwa di UPI tidak pernah ada kebijakan cuti paksa. “Kalau anda tahu, ada sembilan orang yang dibebaskan (dari SPP-red),” Kata Syahidin. Lanjut Syahidin, permasalahan mahasiswa itu tidak sulit, mereka harus segera melapor kepada dirinya ketika menghadapi berbagai kesulitan. “Kalau ada masalah, langsung lapor ke saya, dari awal-awal,” ujarnya.

Mendengar pernyataan Syahidin seperti itu, seorang perwakilan massa aksi dari Departemen Pendidikan Bahasa Daerah, Lisana mengaku bahwa dirinya sudah sejak awal melaporkan karena merasa keberatan dengan besaran biaya UKT dirinya. “Saya dari awal Pak, dari waktu saya mengetahui jumlah UKT saya,” kata mahasiswa yang semester genap ini terpaksa cuti. [Tatang Zaelani Tirtawijaya]

Comments

comments