Keputusan Berdirinya FPSD Dinilai Terburu-Buru

84
isolapos.com

Bumi Siliwangi, isolapos.com,-

Keputusan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Sunaryo Kartadinata atas berdirinya fakultas baru, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) pada selasa 9 September 2014, dinilai terburu-buru oleh beberapa kalangan mahasiswa. Pasalnya, hingga saat ini, hal-hal seperti ketersediaan fasilitas dan susunan dekanat belum rampung juga. Ini tak khayal membuat sebagian mahasiswa melontarkan keluhan terkait berdirinya fakultas ke delapan UPI itu.

Salah satunya disampaikan Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Hima Satrasia), Mustafa Reza Raihan. Menurutnya, keputusan tersebut seharusnya dibarengi dengan pembangunan fasilitas dan penetapan pejabat administratif. “Terkesan terburu-buru, karena fasilitas dan pejabat belum siap,” kata Mustafa, Selasa, (18/11).

Komentar serupa disampaikan Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Seni Tari (Himastar), Uus Yusuf Rizal. Uus menceritakan bahwa dirinya sempat kebingungan terkait hal-hal administratif seperti pembuatan makalah atau proposal kegiatan. Hingga saat ini, Uus mengaku masih menggunakan nama Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) dalam pengajuan makalah atau proposal kegiatan. Padahal, Himastar merupakan salah satu himpunan dari jurusan yang terdaftar di FPSD. Hal tersebut sempat membuat ia kebingungan ketika hendak mengajukan dana kegiatan. “Cepat-cepat lah dituntaskan. Gedungnya mana? dekannya mana? jadi kalau bikin acara enggak susah!” tegasnya.

Menanggapi berbagai keluhan terkait kejelasan status FPSD, Ketua Tim Perumus FPSD Zakarias S. Soetedja, mengatakan bahwa saat ini status FPSD masih dalam masa transisi. Ia menuturkan, FPBS dan FPSD akan secara resmi berpisah pada semester genap tahun ajaran 2014/2015. “Para wisudawan yang pada bulan Desember pun, masih menggunakan nama FPBS,” jelasnya.

Zakaria mengungkapkan, kendala terbesar yang memengaruhi persiapan FPSD adalah fasilitas yang belum rampung, terutama ruang untuk kantor administrasi fakultas. Masalah kurikulum dan pejabat fakultas, menurutnya, tak terlalu menjadi masalah. Sebab hal itu sudah disiapkan jauh-jauh hari, termasuk pendaftaran calon dekan, berdasarkan surat edaran Rektor No.6977/UN40.R2/TU/2014. “Yang lama mah fasilitasnya, FPEB saja yang duluan masih berlangsung pembangunannya,” tutur pria yang kini menjabat Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FPBS itu. [Tatang Zaelani Tirtawijaya]

Comments

comments