P2M HMCH 2026 Hadirkan Kolaborasi Nyata di Desa Sukaresmi, Wujudkan Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan

13

Komitmen mahasiswa dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Civics Hukum (HMCH) Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) pada 6-8 April 2026 di Desa Sukaresmi, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. 

Mengusung tema “Spirit Kolaborasi dan Pembangunan Masyarakat Berkelanjutan,” kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menghadirkan pendekatan yang lebih inovatif dan berdampak. P2M 2026 menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menciptakan program yang berkelanjutan serta relevan dengan kebutuhan warga.

Gesviana Andriani selaku ketua pelaksana, menegaskan bahwa P2M tahun ini dirancang sebagai bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak berhenti pada teori, tetapi diwujudkan melalui aksi langsung di tengah masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa kehadiran mahasiswa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus menjadi ruang pembelajaran yang kontekstual bagi mahasiswa,” ungkapnya.

Pemilihan Desa Sukaresmi sebagai lokasi kegiatan menjadi langkah strategis. Desa ini dinilai memiliki potensi besar sekaligus kebutuhan yang sesuai dengan program pemberdayaan, mulai dari edukasi kesehatan, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga penguatan interaksi sosial. Hal ini menjadikan P2M 2026 mampu menghadirkan program yang tepat sasaran dan berdampak langsung.

Berbagai program unggulan yang dihadirkan menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan ini. Melalui RASA WARGA (Ruang Sehat Bersama Warga), mahasiswa dan masyarakat bersama-sama membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan. Program SETAPACH (Sehat Melalui Tanaman Obat bersama MAPACH) juga menjadi inovasi dalam mendorong kemandirian masyarakat di bidang kesehatan berbasis lingkungan. Selain itu terdapat kegiatan Digital Village Movement dan Kegiatan Ngoprek Bareng yang juga menjadi ajang membentuk kebersamaan dengan masyarakat.

Tidak hanya itu, kegiatan olahraga bersama seperti sepak bola dan voli berhasil menciptakan suasana kebersamaan yang hangat antara mahasiswa dan warga. Sementara itu, diskusi serta pelatihan bagi karang taruna menjadi ruang produktif untuk meningkatkan kapasitas generasi muda desa. Kemudian acara P2M ini ditutup dengan kegiatan malam kreasi seni, yang menjadi malam puncak acara tersebut.

Dengan melibatkan 260 mahasiswa dan 15 dosen pembimbing, kegiatan ini berlangsung secara terstruktur mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Setiap rangkaian kegiatan dirancang untuk memastikan keberlanjutan program serta memberikan pengalaman yang maksimal bagi seluruh pihak yang terlibat.

Antusiasme masyarakat Desa Sukaresmi menjadi bukti nyata keberhasilan kegiatan ini. Partisipasi aktif warga dalam setiap program menunjukkan bahwa P2M 2026 tidak hanya diterima dengan baik, tetapi juga memberikan dampak positif yang dirasakan secara langsung.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga memperkuat empati, kepedulian sosial, serta kemampuan dalam memecahkan masalah di tengah masyarakat. Di sisi lain, masyarakat memperoleh manfaat berupa peningkatan pengetahuan, kesadaran kesehatan, serta peluang pemberdayaan yang berkelanjutan.

Keberhasilan P2M HMCH 2026 ini menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat. Ke depan, HMCH PPKn berkomitmen untuk terus menghadirkan program pengabdian yang lebih inovatif, kolaboratif, dan berdampak luas, sehingga nilai kebermanfaatannya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

You might also like