web analytics

Mahasiswa Keluhkan Lokalisasi Parkir Baru

admin 16 January 2013 12

Lokasi parkir yang terdapat di depan Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuaran (FPTK) UPI yang nampak padat dan dikeluhkan oleh mahasiswa.

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Sejumlah mahasiswa keluhkan lokalisasi parkir yang telah disosialisasikan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Senin (14/1) lalu. Hal tersebut diungkapkan dalam situs jejaring sosial twitter. Salah satu pemilik akun @LKIMWIANA berkomentar, “Apanya? Parkiran FPTK (red-Fakultas Pendidikan Teknik dan Kejuruan) jadi berantakan.” Mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika, Ahmad Singgih Febrianto pun mengaku, jarak parkir yang jauh harus membuat ia berjalan lagi ke fakultasnya. “Belum lagi kalau kehujanan,” tambahnya. Keluhan yang serupa dilontarkan oleh pemilik akun @ViersaWenda mengatakan, “Baru aja helm ama jas ujan Jerry ilang di UPI,” tulisnya.

Saat ditemui oleh isolapos.com, Kepala Divisi Keamanan dan Ketertiban Kampus, Antonius Kaliwae membenarkan adanya kabar tersebut. “Ada 2 sampai 3 orang,” ujar Anton. Namun, menurutnya jumlah tersebut lebih kecil dibanding sebelum diberlakukannya lokalisasi parkir baru.

Anton mengaku bahwa komentar-komentar yang datang tidak hanya dari kalangan mahasiswa namun dosen juga. “Hal ini biasalah setiap ada aksi pasti akan ada reaksi,” katanya. Ia mengatakan, sistem keamanan parkir akan terus ditingkatkan dan terus mengevaluasi kekurangan-kekurangan yang ada. “Saya berharap adanya kerjasama seluruh pihak baik keamanan, mahasiswa serta dosen,” tuturnya. [Nouval Prahara Putra]

Comments

comments

12 Comments »

  1. Sani X 8 February 2013 at 9:16 am -

    Saya bingung mau memberi usulan untuk sang UPI ini. Ini ada beberapa masalah yang mungkin perlu diperhatikan.
    Saya mendengar langsung mengenai alasan mengapa perlu pembenahan lahan parkir.
    Di antaranya supaya lingkungan UPI menjadi kondusif untuk perkuliahan.
    Oke, saya setuju, hanya perlu diperhatikan hal-hal lainnya seperti:
    - Suara bising kendaraan bermotor(knalpot yang tak terstandar), solusi: kenapa tidak ditegakkan pelarangan masuk kampus UPI, kan sudah ada tertulis aturan tersebut sebelum adanya pembenahan lahan parkir juga kan?
    - Keamanan untuk pejalan kaki, solusi: tolong benahi jalur pedestrian, trotoar dipasang, pelindung dari sinar matahari (pakai kanopi twinlite), jalur akses perlu diperhitungkan dan disediakan sehingga pejalan kaki tidak perlu menempuh lintasan yang panjang padahal jaraknya dekat.
    - Ehm, maaf ya, untuk petugas keamanan, mohon memberi contoh yang baik dalam berkendara, pakai helm saat berkendara motor roda dua walaupun dalam lingkungan UPI, kan sudah aturan Se-Indonesia bukan?
    - Ehm lagi, mohon posisi motor yang diparkir diperhatikan, saya sering parkir di daerah yang dekat gedung FPOK, karena cenderung teduh. Namun akhir-akhir ini saya kadang dilarang parkir di situ, dengan alasan penuh, padahal belum penuh, hanya jelas-jelas posisi motor yang parkir di daerah tersebut tidak karuan, mana pelaksanaan penertiban motor supaya rapi?
    Jujur, saya sangat kesal dengan tindakan oknum petugas keamanan tersebut, saya merasa dibohongi, memangnya saya anak baru lahir? Saya juga berpendidikan, ya tidak tinggi-tinggi sih, sekarang saya kuliah di pasca UPI sedang tahap menyelesaikan.
    - Ketidakkonsistenan dalam pemberian kartu tanda masuk kendaraan roda dua, saya sering kali melihat petugas tidak memberikan kartu pada pengendara, entah mungkin alasan kenal, atau sering keluar masuk, atau apapun, namun yang jelas itu merupakan tindakan pelanggaran menurut saya. Mengapa? karena saya pernah suatu waktu kehilangan kartu tanda masuk tersebut, ya saya tanggung resiko ketika keluar lingkungan UPI, saya harus membayar 20rb atau 25rb, entahlah saya lupa. Namun, yang jadi sorotan saya adalah, andaikan saya mengaku saja bahwa tadi tidak diberi kartu bisa kan? KEADILAN, hanya selisih 20-25rb? Ast…
    - Posisi lahan parkir yang jauh dari gedung tempat kerja, saya juga pegawai, rumah saya di daerah Barat, coba dipertimbangkan, sudah mengalami kemacetan yang membosankan dan melelahkan, saya harus jalan kaki dari parkiran, (Saya banyak mengeluh sih, tapi… ) coba dipertimbangkan solusi lain yang lebih memunculkan rasa nyaman dan aman bersama… Kasihan yang saudah lebih jauh dari saya, sudah jauh, kehujanan… mau kerja, sudah lelah duluan, ya… capek deh…
    Mohon maaf jika ada kata yang menyinggung, namun ini usulan supaya lebih manusiawi, karena kita sesama manusia…
    Jika memang “Benar” kita “Benarkan” tetapi jika “Salah” jangan kita “Benarkan” tetapi kita “Perbaiki”

  2. anonymous 6 February 2013 at 10:04 pm -

    masalah tempat parkir oke lah boleh dirapiin jadi satu tempat kaya sekarang,
    yang perlu dibenerin sistem keamanannya jangan pake kartu abal-abal kaya sekarang…ga ada gunanya sama sekali, mahasiswa kalo kehilangan kartunya rugi harus bayar 20rb tapi pas mahasiswa ilang motor pihak keamanan lepas tangan cuma olohok…

Leave A Response »