Mahasiswa Keluhkan Lokalisasi Parkir Baru

12
Lokasi parkir yang terdapat di depan Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuaran (FPTK) UPI yang nampak padat dan dikeluhkan oleh mahasiswa.

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Sejumlah mahasiswa keluhkan lokalisasi parkir yang telah disosialisasikan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Senin (14/1) lalu. Hal tersebut diungkapkan dalam situs jejaring sosial twitter. Salah satu pemilik akun @LKIMWIANA berkomentar, “Apanya? Parkiran FPTK (red-Fakultas Pendidikan Teknik dan Kejuruan) jadi berantakan.” Mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika, Ahmad Singgih Febrianto pun mengaku, jarak parkir yang jauh harus membuat ia berjalan lagi ke fakultasnya. “Belum lagi kalau kehujanan,” tambahnya. Keluhan yang serupa dilontarkan oleh pemilik akun @ViersaWenda mengatakan, “Baru aja helm ama jas ujan Jerry ilang di UPI,” tulisnya.

Saat ditemui oleh isolapos.com, Kepala Divisi Keamanan dan Ketertiban Kampus, Antonius Kaliwae membenarkan adanya kabar tersebut. “Ada 2 sampai 3 orang,” ujar Anton. Namun, menurutnya jumlah tersebut lebih kecil dibanding sebelum diberlakukannya lokalisasi parkir baru.

Anton mengaku bahwa komentar-komentar yang datang tidak hanya dari kalangan mahasiswa namun dosen juga. “Hal ini biasalah setiap ada aksi pasti akan ada reaksi,” katanya. Ia mengatakan, sistem keamanan parkir akan terus ditingkatkan dan terus mengevaluasi kekurangan-kekurangan yang ada. “Saya berharap adanya kerjasama seluruh pihak baik keamanan, mahasiswa serta dosen,” tuturnya. [Nouval Prahara Putra]

Comments

comments

Discussion12 Comments

  1. Saya bingung mau memberi usulan untuk sang UPI ini. Ini ada beberapa masalah yang mungkin perlu diperhatikan.
    Saya mendengar langsung mengenai alasan mengapa perlu pembenahan lahan parkir.
    Di antaranya supaya lingkungan UPI menjadi kondusif untuk perkuliahan.
    Oke, saya setuju, hanya perlu diperhatikan hal-hal lainnya seperti:
    – Suara bising kendaraan bermotor(knalpot yang tak terstandar), solusi: kenapa tidak ditegakkan pelarangan masuk kampus UPI, kan sudah ada tertulis aturan tersebut sebelum adanya pembenahan lahan parkir juga kan?
    – Keamanan untuk pejalan kaki, solusi: tolong benahi jalur pedestrian, trotoar dipasang, pelindung dari sinar matahari (pakai kanopi twinlite), jalur akses perlu diperhitungkan dan disediakan sehingga pejalan kaki tidak perlu menempuh lintasan yang panjang padahal jaraknya dekat.
    – Ehm, maaf ya, untuk petugas keamanan, mohon memberi contoh yang baik dalam berkendara, pakai helm saat berkendara motor roda dua walaupun dalam lingkungan UPI, kan sudah aturan Se-Indonesia bukan?
    – Ehm lagi, mohon posisi motor yang diparkir diperhatikan, saya sering parkir di daerah yang dekat gedung FPOK, karena cenderung teduh. Namun akhir-akhir ini saya kadang dilarang parkir di situ, dengan alasan penuh, padahal belum penuh, hanya jelas-jelas posisi motor yang parkir di daerah tersebut tidak karuan, mana pelaksanaan penertiban motor supaya rapi?
    Jujur, saya sangat kesal dengan tindakan oknum petugas keamanan tersebut, saya merasa dibohongi, memangnya saya anak baru lahir? Saya juga berpendidikan, ya tidak tinggi-tinggi sih, sekarang saya kuliah di pasca UPI sedang tahap menyelesaikan.
    – Ketidakkonsistenan dalam pemberian kartu tanda masuk kendaraan roda dua, saya sering kali melihat petugas tidak memberikan kartu pada pengendara, entah mungkin alasan kenal, atau sering keluar masuk, atau apapun, namun yang jelas itu merupakan tindakan pelanggaran menurut saya. Mengapa? karena saya pernah suatu waktu kehilangan kartu tanda masuk tersebut, ya saya tanggung resiko ketika keluar lingkungan UPI, saya harus membayar 20rb atau 25rb, entahlah saya lupa. Namun, yang jadi sorotan saya adalah, andaikan saya mengaku saja bahwa tadi tidak diberi kartu bisa kan? KEADILAN, hanya selisih 20-25rb? Ast…
    – Posisi lahan parkir yang jauh dari gedung tempat kerja, saya juga pegawai, rumah saya di daerah Barat, coba dipertimbangkan, sudah mengalami kemacetan yang membosankan dan melelahkan, saya harus jalan kaki dari parkiran, (Saya banyak mengeluh sih, tapi… ) coba dipertimbangkan solusi lain yang lebih memunculkan rasa nyaman dan aman bersama… Kasihan yang saudah lebih jauh dari saya, sudah jauh, kehujanan… mau kerja, sudah lelah duluan, ya… capek deh…
    Mohon maaf jika ada kata yang menyinggung, namun ini usulan supaya lebih manusiawi, karena kita sesama manusia…
    Jika memang “Benar” kita “Benarkan” tetapi jika “Salah” jangan kita “Benarkan” tetapi kita “Perbaiki”

  2. masalah tempat parkir oke lah boleh dirapiin jadi satu tempat kaya sekarang,
    yang perlu dibenerin sistem keamanannya jangan pake kartu abal-abal kaya sekarang…ga ada gunanya sama sekali, mahasiswa kalo kehilangan kartunya rugi harus bayar 20rb tapi pas mahasiswa ilang motor pihak keamanan lepas tangan cuma olohok…

  3. klo sudah hujan, ribet!cari motrnya susah..bikin olahraga sih iya, tapi mobil mobilnya tlg ditertibkan juga

  4. Perkiran jadi amburadul tiu ya karena BEM REMA dan ormawa-ormawa lainnya menolak pengelolaan secara professional. Karena mereka terlalu serakah sehingga malas menyisihkan uang hanya untuk perbaikan fasilitas parkir.

    Jadi, jika sekarang parkiran menjadi tidak kondusif, ya salahkan saya yang dahulu lantang menolak dan tidak mau mengkaji perbaikan fasilitas parkir lebih dalam.

  5. Saya mahasiswa fptk. Bukannya kami TUKANG MENGELUH. Berbahagialah kalian fakultas fakultas yang tidak terganggu. Foto diatas itu posisinya di depan WORKSHOP. Kalau kalian tidak familiar dengan kata diatas workshop itu bengkel kerja. Tempat kami praktek. Kenapa dikeluhkan? Karena lahan parkir diatas itu. Sangat mengganggu proses pembelajaran di workshop. Karena jadi sering lalu lalang motor. Berisik. Dan mengganggu lahan praktek. Karena di tempat parkiran itu juga biasanya digunakan untuk praktek juga. Bukan mengeluh. Tapi mengganggu.

  6. memang benar padat, itu foto masih di ambil pada minggu-minggu tenang apalagi nanti setelah kegiatan akademik mulai bakalan lebih padat dari sebelumnya

  7. buat dlu tempat parkir yang nyaman, baru diberlakukan…yang anehnya trotoar juga ditutup, padahal akses pejalan kaki…setuju untuk penerapannya tapi pertimbangkan dulu tempat dan jumlah kendaraan yang masuk…bagusnya yang bawa kendaraan dilarang untuk maba…5 tahun yang lalu kendaraan di UPI sdikit ko n ga semrawut…

  8. Mantap lah parkir ayna,,, upi jadi lebih nyaman buat pejalan kaki,,
    biar yang punya motor juga olahraga,

    Dont be Ngeluh,
    #lanjutkan

  9. Kita laksanakan dulu kebijakan UPI.
    karena ini bukan kebijakan ujug-ujug pasti sudah pikirkan maatang2, yang penting kita pantau jikalau ada kesalahn kita tinggal lapor saja.

  10. Menurut aq bagus ko pakir motor dibuat menjadi 1 seperti itu, selain mengurangi laporan kehilangan juga tidak ada yang suara kenalpot bising di sekitar kampus. dulu byk sekali motor dimana2 parkirnya semerawut, dan sekarang pengendara motor jg bisa merasakan apa yg dirasakan oleh para pejalan kaki, ya harus sedia payung sebelum hujan.

Leave A Reply

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com