Selamatkan Status Kemahasiswaan, Lingga Kirim Surat Ke Rektor

129
ilustrasi

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Untuk menyelamatkan status kemahasiswaannya, Mahasiswa Departemen Manajemen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Lingga Ramdhan Nugraha mengirim surat kepada Rektor UPI, Jumat (16/1). Selain kepada rektor, ia juga membuat lima rangkap lainnya untuk ketiga Wakil Rektor UPI, Direktur Direktorat Akademik dan Direktur Direktorat Kemahasiswaan.

Surat itu berisi tentang permohonan diberi keringanan perihal sanksi akademik berupa drop out paksa atau dinyatakan mengundurkan diri yang ia terima. Dalam surat itu juga terlampir data akademik seperti fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), transkrip nilai, Surat Keterangan Pembimbing Skripsi, syarat-syarat kelengkapan skripsi, dan bukti pembayaran tiap semester dari Bank BNI.

“Ya ini buat jadi pertimbangan,” ujar Lingga saat ditemui setelah menyerahkan surat tersebut ke Sekretariat Umum UPI.

Lingga adalah salah satu mahasiswa UPI yang terancam drop out karena tak mengurus cuti akademik semester ganjil tepat pada waktunya. Berdasarkan edaran yang diterbitkan UPI dengan nomor 5754/UN40.R1/DT/2014, mahasiswa diberi waktu untuk mengajukan cuti akademik selama 60 hari kerja terhitung setelah masa registrasi akademik berakhir. Bagi mahasiswa yang tidak mengurus administrasi cuti selama batas waktu yang ditentukan, dinyatakan mengundurkan diri. (Baca: Mahasiswa yang Tidak Mengurus Cuti Akademik Terancam Drop Out)

Kepada isolapos.com, mahasiswa angkatan 2009 ini mengaku baru mengetahui kebijakan baru itu beberapa hari yang lalu. Sebelumnya, ia memang tak mampu membayar SPP semester ganjil tepat pada waktunya. Ia menduga status kemahasiswaannya menjadi tidak aktif untuk sementara alias cuti akdemik. Yang tak ia ketahui bahwa ada batas waktu untuk mengajukan cuti akademik itu selama 60 hari kerja. “Saya mikirnya masih mengacu pada sistem (aturan-red) yang dulu,” kata Lingga.

Pada akhirnya, mahasiswa yang berencana akan sidang bulan depan itu berharap Rektor UPI dapat memberi keringanan untuknya. “Ya itu kelalaian saya juga, tapi mohon tidak diberi sanksi sampai drop out,” kata anak ke satu dari dua bersaudara itu. [Melly A Puspita]

Comments

comments