Merasa Dianaktirikan, Mahasiswa Kamda Ikut Aksi

2
Sejumlah mahasiswa Kampus Daerah UPI turut serta dalam aksi yang digelar BEM Rema terkait Pemilihan Rektor UPI di lingkungan Kampus Bumi Siliwangi, Selasa (14/4).
Sejumlah mahasiswa Kampus Daerah UPI turut serta dalam aksi yang digelar BEM Rema terkait Pemilihan Rektor UPI di lingkungan Kampus Bumi Siliwangi, Selasa (14/4).

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Merasa dianaktirikan, sejumlah mahasiswa Kampus Daerah (Kamda) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) turut serta dalam aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (BEM Rema) UPI pada Selasa (14/4) pagi. Kala itu BEM Rema menggelar aksi untuk menuntut netralitas dari Panitia Pemilihan Rektor 2015-2020 di depan Gedung University Center (UC) UPI.

Ketika ditanya oleh isolapos.com, salah satu mahasiswa yang ikut aksi dari Kamda Purwakarta, Fita, menyatakan bahwa mereka ikut aksi ini karena mereka merasa dianaktirikan. Untuk masalah fasilitas misalnya, mereka bahkan harus berebutan LCD Proyektor dengan mahasiswa lain karena keterbatasan jumlah LCD Proyektor. “Kalau siang dikit enggak kebagian (LCD-red),” ujarnya.

Fita kembali menuturkan, gedung aula yang biasa digunakan untuk kegiatan mahasiswa Kamda Purwakarta sering digunakan untuk kegiatan komersil seperti pernikahan. “Komersil. Dipake untuk nikahan. Akhirnya kita lagi yang ngalah,” tutur Fita. Senada dengan Fita, Nurul dari Kamda Cibiru juga mengatakan hal yang serupa terkait gedung untuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). “UKM enggak punya gedung di sana, enggak punya sekre gitu,” kata Nurul kepada isolapos.com.

Selain fasilitas,  permasalahan lain yang menjadi tuntutan dalam aksi itu adalah pelayanan administrasi kemahasiswaan dan akses informasi akademik seperti beasiswa. Kedua perwakilan Kamda itu berharap, ada perwakilan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemahasiswaan, Kemitraan dan Usaha di setiap Kamda, agar lebih mudah dalam mengurus administrasi kegiatan mahasiswa. “Kita juga kan bikin acara harus mengajukan ke WR 3 (Wakil Rektor –red), kalo dari Purwakarta ke WR 3 jauh ke sininya,” pungkas Fita. Mereka berharap bahwa suatu hari nanti kondisi ini bisa diperbaiki oleh Rektor UPI terpilih. [Faika Muhammad Aulia]

Comments

comments

Discussion2 Comments

  1. iya pasti semua mahasiswa akan merasa di anak tirikan jika seperti ini keadaannya, pernikahan pasti nya membayar untuk mendapatkan fasilitas gedung sementara mahasiswa tidak mendapatkan fasilitas karena tidak membayar

  2. Pingback: Merasa Dianaktirikan, Mahasiswa Kamda Ikut Aksi | REMA UPI

Leave A Reply

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com