Pesta Buku, Ajak Masyarakat Tingkatkan Budaya Literasi

Rosita Rahma (kanan) dan Ilham Mahfuddin (kiri) dalam acara Pesta Buku di Gedung Geugeut Winda (PKM), Selasa (15/3). Acara Tersebut mendiskusikan buku Anak-Anak Multatuli karya Ubaidilah Muchtar yang menjelaskan tentang perjalanan seorang Ubaidilah yang menerapkan metode reading group –kelompok membaca– novel Max Havelaar karangan Multatuli pada anak-anak di Taman Baca Multatuli Desa Ciseel, Kabupaten Lebak, Banten. (isolapos.com/ Syawahidul Haq)
Rosita Rahma (kanan) dan Ilham Mahfuddin (kiri) dalam acara Pesta Buku di Gedung Geugeut Winda (PKM), Selasa (15/3).
Acara Tersebut mendiskusikan buku Anak-Anak Multatuli karya Ubaidilah Muchtar yang menjelaskan tentang perjalanan seorang Ubaidilah yang menerapkan metode reading group –kelompok membaca– novel Max Havelaar karangan Multatuli pada anak-anak di Taman Baca Multatuli Desa Ciseel, Kabupaten Lebak, Banten.
(isolapos.com/Syawahidul Haq)

Oleh : Syawahidul Haq

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Arena Studi Apresiasi Sastra (ASAS) dan Unit Kegiatan Studi Kemasyarakatan (UKSK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bekerjasama menyelenggarakan acara Pesta Buku yang dalam kegiatannya disuguhkan Diskusi & Peluncuran, Pameran Buku, dan Panggung Seni di Gedung Geugeut Winda (PKM), Selasa – Kamis (15 – 17/3).

Pada Selasa (15/3) ini, acara Pesta Buku tersebut hanya diisi dengan diskusi mengenai buku Anak-Anak Multatuli karya Ubaidilah Muchtar yang menjelaskan tentang perjalanan seorang Ubaidilah yang menerapkan metode reading group –kelompok membaca– novel Max Havelaar karangan Multatuli pada anak-anak di Taman Baca Multatuli Desa Ciseel, Kabupaten Lebak, Banten, yang dibahas oleh Rosita Rahma selaku Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Ilham MIftahuddin selaku Redaktur Buku buruan.co.

Muhammad Adhimas Prasetyo selaku ketua ASAS menuturkan, acara tersebut bukan hanya bertujuan untuk membudayakan baca tulis saja, namun dibalik itu, tujuanya adalah meramaikan dan mengingatkan kembali pada masyarakat bahwa budaya baca tulis dewasa ini sudah terlihat meningkat. “Karena kan masyarakat sekarang kebanyakan skeptis kalau baca tulis mah kurang. Ya tapi kita sampaikan, perkembangan masyarat sudah sampai sini. Contohnya seperti dalam buku Anak-Anak Multatuli gitu,” Tuturnya.

Menanggapi acara yang digagas ASAS dan UKSK, Ubaidilah Muchtar merasa senang tatkala adanya diskusi membahas buku yang ia tulis dengan audiensi yang antusias untuk hadir. “Diluar ekspetasi ya, dalam pengertian ternyata bisa lebih dari 30 lebih (audiens yang hadir,-red). Dan harapannya, untuk selanjutnya semoga buku Anak-Anak Multatuli bisa diterima dan dibaca oleh banyak orang, dan banyak orang juga yang mau membacakan novel atau cerita ke anak-anak di Indonesia.”

Nurhidayat Santoso ketua UKSK berharap, dengan diadakannya acara Pesta Buku pada hari ini, acara seperti ini bukan menjadi acara yang hanya ada dalam sesaat, namun bisa menjadi acara yang berkelanjutan, “Maksudnya ada diskusi-diskusi yang bener-bener serius dibuat,” Jelasnya

Selain diskusi, sebelum acara dimulai diisi dengan pembacaan sajak oleh anggota ASAS dan musikalisasi sajak oleh anggota UKSK. []

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *