Datam Kaget dengan Tarif UPI

29

Mahasiswa Membentangkan sebuah Spanduk Saat Aksi Menolak Kenaikan Tarif Masuk di depan Geung Direktorat Akademik dan Kemahasiswaan UPI, Kamis (14/7).

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Datam, salah satu orang tua mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGDS) kampus daerah Tasikmalaya mengaku cukup kaget dengan kenaikan biaya masuk Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Datam harus membayar biaya masuk anaknya  sebesar 16 juta.

Menurutnya akan banyak orang-orang pintar yang kurang mampu ingin berkuliah namun tidak punya banyak modal untuk membiayainya. “Saya saja yang pegawai ngutang untuk membayar,” ucapnya di  Gedung Biro Administrasi Akademik dan Keuangan (BAAK), Jum’at (12/8).

Datam mengharapkan agar pihak universitas tidak melakukan kenaikan sekaligus. Karena menurutnya kenaikan untuk tahun ajaran sekarang terlalu drastis. “Yah, bertahap lah kalo memang dinaikkan,” ucap Datam.

Dinar Ginanjar, salah satu mahasiswa jurusan Fisika 2011, mengatakan bahwa dirinya keberatan atas biaya masuk yang mahal. Dinar juga mengungkapkan selama setahun dia bekerja mengumpulkan uang untuk biaya masuk UPI. Namun setelah diterima Dinar dikagetkan dengan biaya masuk yang naik drastis dari tahun sebelumnya.

“Saya udah yakin masuk UPI, dan uang sudah ada 5 juta tapi sekarang malah jadi 11 juta,” ucap Dinar.

Dinar menyesalkan bahwa selama ini pihak universitas kurang memberikan informasi atas kebijakan kenaikan tersebut. Dirinya mengharapkan pihak universitas untuk membantu biaya masuk mahasiswa yang kurang mampu.[Resti S Cahyati]

Comments

comments