Berani Melangkah Keluar dari Zona Nyaman: Perjalanan Hikmat Rizky Muttaqien Bersama AIESEC Future Leaders

6

“Berkembang dimulai ketika kita berani melangkah, bahkan saat rasa takut masih ada.”

Kalimat tersebut menggambarkan perjalanan Hikmat Rizky Muttaqien, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Pasundan Cimahi, yang memutuskan untuk mengikuti AIESEC Future Leaders (AFL) sebagai langkah untuk menantang dirinya sendiri.

Di tengah kesibukannya mengembangkan berbagai keterampilan, mulai dari Microsoft Word, Excel, PowerPoint, hingga kemampuan desain menggunakan Canva dan editing video melalui CapCut, Hikmat menyadari bahwa kemampuan teknis saja belum cukup. Ia ingin membangun rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, dan kualitas kepemimpinan yang selama ini masih menjadi tantangan bagi dirinya.

Sebelum bergabung dengan AIESEC Future Leaders, Hikmat mengaku sempat diliputi rasa gugup dan overthinking. Baginya, AFL merupakan pengalaman pertama berada di lingkungan yang dipenuhi mahasiswa dari berbagai kampus besar. Kondisi tersebut membuatnya sempat merasa minder dan mempertanyakan kemampuannya sendiri.

Namun, di balik rasa ragu tersebut, tersimpan keinginan besar untuk berkembang. Hikmat ingin membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa ia mampu berdiri sejajar dengan siapa pun tanpa harus mengubah jati dirinya. Baginya, menjadi pribadi yang autentik jauh lebih penting daripada sekadar terlihat menonjol.

Keinginan itulah yang akhirnya mendorong Hikmat bergabung dengan AIESEC Future Leaders. Ia berharap program ini dapat membantunya memahami makna kepemimpinan yang sesungguhnya. Menurutnya, seorang pemimpin bukan hanya seseorang yang mampu mengarahkan orang lain, tetapi juga mampu memahami setiap individu dalam timnya.

Hikmat percaya bahwa hubungan yang dibangun melalui komunikasi yang baik akan menciptakan kerja sama yang lebih kuat. Dengan saling mengenal sebagai individu, sebuah tim tidak hanya mampu menyelesaikan pekerjaan bersama, tetapi juga saling mendukung ketika menghadapi tantangan.

Selama mengikuti program, Hikmat menemukan banyak pengalaman yang berkesan. Salah satu momen yang paling membekas adalah ketika ia tergabung dalam Kelompok 6, Six Asixx. Di dalam kelompok tersebut, ia bertemu dengan teman-teman yang memiliki semangat belajar, keberanian, dan motivasi berkembang yang sama.

Kesan positif itu semakin bertambah ketika kelompoknya mulai menjalin kedekatan dengan Group 5, High Five. Interaksi yang awalnya hanya sebatas kegiatan program berkembang menjadi hubungan pertemanan yang hangat. Salah satu momen favoritnya adalah ketika kedua kelompok menghabiskan waktu bersama dengan karaoke dan bonding di luar agenda resmi program.

Pemahamannya tentang leadership pun ikut berubah. Baginya, seorang pemimpin bukanlah orang yang hanya memberi arahan, melainkan seseorang yang mampu membantu orang lain memahami sesuatu dengan cara yang mudah diterima dan relevan dengan kondisi mereka. Selama mengikuti AFL, Hikmat juga mulai lebih berani menyampaikan pendapat, mengambil kesempatan, dan menunjukkan sisi dirinya yang lebih terbuka.

Selain meningkatkan rasa percaya diri, AFL juga membantunya mengenali dirinya lebih dalam. Ia menyadari bahwa dirinya benar-benar peduli terhadap orang-orang yang ditemuinya selama program, bukan hanya teman satu kelompok, tetapi seluruh peserta yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Hal itu terlihat saat momen graduation, ketika ia merasa terdorong untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada semua orang yang telah menjadi bagian dari proses belajarnya.

Bagi Hikmat, salah satu hal paling berharga yang diperoleh dari AIESEC Future Leaders bukan hanya peningkatan soft skill maupun hard skill, tetapi juga kemampuan membangun koneksi yang tulus dengan teman, mentor, dan para leader. Pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang menurutnya sulit ditemukan di tempat lain.

Di akhir perjalanannya, Hikmat memiliki pesan bagi mahasiswa dan anak muda yang masih ragu untuk mengikuti AIESEC Future Leaders.

Menurutnya, rasa takut dan belum siap adalah hal yang wajar. Justru keberanian untuk mencoba di tengah rasa takut itulah yang menjadi awal dari proses berkembang. Melalui AFL, seseorang tidak hanya belajar menjadi lebih percaya diri, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan, membangun relasi dengan orang-orang inspiratif, serta mengembangkan kemampuan yang akan bermanfaat di masa depan.

“Banyak kesempatan berharga yang mungkin tidak akan datang dua kali. Karena itu, jadilah pribadi yang berani, aktif, dan terbuka terhadap setiap peluang yang ada. Tetap berkembang, tetapi jangan lupa untuk tetap menjadi diri sendiri dan menjaga keseimbangan dalam setiap prosesnya.”

Perjalanan Hikmat membuktikan bahwa terkadang langkah terbesar bukanlah ketika seseorang sudah merasa siap, melainkan ketika ia memilih untuk tetap melangkah meski masih dipenuhi keraguan. Dari situlah proses bertumbuh benar-benar dimulai.

You might also like