Bumi Siliwangi Open, Ajang Mencari Bibit Unggul Atlet Badminton
Oleh: Fathimah Ghaida Nafisa
Bumi Siliwangi, Isolapos.com-Penutupan Bumi Siliwangi Open pada hari Minggu siang (06/10) di Sport Hall Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi akhir dari rangkaian kegiatan kejuaraan badminton yang sudah dilaksanakan selama 6 hari. Acara tahunan yang diselenggarakan oleh UKM Badminton ini diikuti peserta dari berbagai klub badminton. Acara tingkat nasional ini mengusung tema “The Return of Glory”.
Menurut Haikal, Ketua Pelaksana Bumi Siliwangi Open, “The Return of Glory” berarti kembalinya masa kejayaan. Pengusungan tema ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan kegiatan Bumi Siliwangi Open yang sempat terkendala dan tidak terlaksana pada beberapa tahun terakhir. Hal tersebut terjadi karena berbagai faktor. Pada 2019, acara ini tidak terlaksana karena Covid. Kemudian, 2022 acara ini sempat diadakan kembali dan pada 2023 tidak terlaksana karena terdapat program lain.
“Nah, saat tahun 2024, kami dari pengurus UKM mengusahakan untuk event Bumsil (Bumi Siliwangi-Red) Open ini terlaksana,” ujar ketua pelaksana Bumi Siliwangi Open tersebut.
Haikal mengungkapkan respons baik juga terasa dengan membludaknya peserta yang mendaftar pada tahun ini. Haikal memaparkan pada 2022 lalu jumlah peserta sebanyak 680. Kemudian pada tahun ini, terdapat 1089 peserta. Ia pun menambahkan bahwa acara ini berlingkup nasional dengan peserta yang beragam. “Ada yang dari Sumatera dan Papua, untuk peserta yang paling jauh itu ada di Gorontalo di Sulawesi, dan ada yang dari Sumatera juga, ada. Tapi mayoritas peserta ini diikuti oleh klub-klub yang ada di Jawa Barat,” kata Haikal.
Membludaknya pendaftar pun membuat Argy Qintar selaku ketua UKM Badminton memutar otak untuk untuk mengatur waktu kejuaraan agar dapat berlangsung dengan baik. “Pertama saya kaget karena saya bingung akan mengatur waktunya. Nah, dari hari pertama kedua ketiga tuh selesai tuh malam sampe jam 11 sampe jam 12,” ujarnya.
Selain itu, Argy menyampaikan kendala eksternal yang menghambat jalannya kejuaraan, seperti kondisi lampu yang mati nyala dan hujan membuat adanya kebocoran. Hal yang sama disampaikan Haikal. Ia mengalami kesulitan dalam perizinan Sport Hall.
“Untuk eksternalnya mungkin untuk perizinan di Sport Hall-nya, ya. Itu yang agak sulit karena kejuaraan Bumsil ini dilaksanakan pada saat aktivitas perkuliahan sehingga membutuhkan apa ya, komunikasi dengan dosen yang baik dan yang apa ya, secara effort-nya lebih untuk mengadakan kejuaraan ini, gitu,“ ungkap Haikal.
Ayah dari Karen Nina Lumoingong, salah satu pemenang dari kategori prapelajar putri, merasakan adanya peningkatan pada acara Bumi Siliwangi Open ini dibandingkan dengan tahun 2022 lalu. “Acaranya bagus ya, kita dulu tahun 2022 ikut juga. Jadinya kayanya ini lebih terkoordinasi. Ini lebih bagus ketimbang yang di tahun 2022 dulu,” ungkap Ayah Karen.
Kemudian, Haikal berharap Bumi Siliwangi Open ini bukan hanya sebatas kejuaraan. Namun, menjadi sarana untuk mencari juara yang bisa berkompetisi di lingkup Internasional dan juga memunculkan bibit-bibit atlet nasional.
“Harapan bagi saya, sebagai ketua pelaksana, yaitu di event Bumi Siliwangi Open ini tidak sekedar kejuaraan saja. Tapi, melainkan di event ini kita mencari sebuah, apa ya, sebuah, seorang juara yang nantinya bisa berkompetisi di lingkup internasional. Harapannya seperti itu. Selain itu, muncul bibit-bibit baru untuk nanti bisa menjadi atlet-atlet nasional seperti Kevin Sanjaya, Marcus Gideon, Ginting, dan sebagainya,” tutup Haikal. []
Redaktur: Jennifer Norine