Mahasiswa : Aksi Akan Terus Berlanjut Jika Tidak Ditanggapi

43

Ratusan mahasiswa melepas dan mengangkat sepatu mereka sebagai bentuk penindasan universitas terhadap mereka, mereka akan melakukan aksi serupa dan lebih besar jika permohonan mereka tidak direspon, Selasa (26/4).

Bumi Siliwangi, isolapos.com

Ratusan mahasiswa yang menyuarakan penolakan atas praktik komersialisasi kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Intervensi pihak universitas terhadap organisasi mahasiswa, akan tetap melanjutkan tuntutannya kepada pihak universitas sehingga tuntutan mereka dikabulkan.

Hal itu terlontar dalam aksi mahasiswa yang di gawangi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Repubik Mahasiswa (BEM REMA) UPI, Selasa (26/4),

Neneng Maryam, salah seorang anggota BEM REMA UPI yang mengikuti aksi tersebut mengungkapkan bahwa aksi yang mereka lakukan sangat perlu terus dilakukan melihat langkah-langkah universitas yang semakin menyudutkan mahasiswa. “Di UPI ini fasilitas banyak yang dikomersialkan lalu organisasi mahasiswa dikekang, belum lagi meningkatnya biaya masuk UPI,” ujar Neneng.

Senada dengan Neneng, salah seorang pegawai UPI mengatakan merasa tidak setuju dengan adanya tarif pakir yang merupakan salah satu kebijakan universitas. “Nggak setuju, setiap masuk harus bayar. Coba, saya harus mengeluarkan uang berapa untuk parkir saja dalam sehari?,” Ujarnya.

Fajar Abdullah Azzam, staff kementrian dalam negeri BEM REMA UPI mengatakan bahwa hal ini merupakan “penjajahan” sruktural. “Coba saja lihat, ormawa ditekan oleh SK Ormawa, selain itu muncul dua peraturan baru yang akan lebih terasa, baik oleh anak organisasi maupun bukan, yaitu SK parkir dan kenaikan SPP,” kata Azzam.

Selain itu, Azzam juga menyayangkan karena rektor tidak mau bertemu dengan para mahasiswa yang datang dengan baik-baik.

Presiden BEM REMA UPI, Ali Mahfud mengatakan bahwa substansi dari aksi yang digelar adalah penyelesaian masalah untuk pemenuhan tuntutan mahasiswa dan untuk selanjutnya pasti akan ada aksi lanjutan jika tidak ada respon. “kita akan mengadakan konsolidasi dahulu untuk aksi lanjutan dengan melihat terlebih dahulu respons dari rektorat,” kata Ali.

Senada dengan Ali, Azzam juga mengatakan bahwa aksi itu tidak akan berakhir sampai disini, mereka akan menggalang aksi lebih besar jika tidak kunjung ditanggapi. “Kami tidak dibayar, murni dari kegelisahan mahasiswa. Jadi tak berhenti sampai disini, kalaupun esok harus mati maka hantu-hantu kami akan gentayangan hingga keinginan kami terpenuhi,” ujar Azzam. [Nisa Rizkiah&Julia Hartini]

Comments

comments