Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM

65

Salah seorang peserta aksi bertopeng SBY terlihat sedang menginjak peserta aksi lainnya yang diibaratkan sebagai rakyat yang menjadi korban atas naiknya harga BBM, berbagai bentuk aksi teatrikal digelar mahasiswa pada saat demonstrasi yang berlangsung di depan gerbang kampus UPI, Kamis (22/3).

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Menyikapi rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 1 April 2012 mendatang, mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar aksi di depan gerbang masuk UPI, Kamis (22/2). Mereka yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat UPI menyuarakan agar pemerintah segera membatalkan rencana tersebut.

Salah satu peserta aksi , Dede Wahyu mengatakan dengan kenaikan BBM ini pemerintah seolah tengah mempermainkan masyarakat. “BBM naik bukan kali ini saja, seolah-olah BBM ini seperti mainan,” ujar Dede di sela aksi.

Dalam kesempatan tersebut mereka menuntut tiga hal kepada pemerintah yaitu, membatalkan kenaikan harga BBM, Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) diperjelas dan mengamandemen Undang-Undang Migas agar pengelolaannya lebih baik. “Kalaupun BBM naik, harus berbanding lurus dengan infrastruktur yang ada,” Dede menegaskan.

Aksi Sebabkan Kemacetan

Aksi yang dimulai sejak pukul 11.30, sempat menjadikan lalulintas sekitar jalan Dr.Setiabudhi sempat macet. Namun, sengaja mereka menggelar aksi tersebut di jalan agar banyak masyarakat yang tersadarkan. “Kami merasa bahwa masyarakat di jalan yang nantinya terkena dampak besar kenaikan BBM,” kata Dede.  “Konsumsinya bukan hanya untuk mahasiswa, dosen, atau pejabat kampus melainkan masyarakat umum,” tambahnya.

Atas kemacetan tersebut, beberapa pengguna jalan sekitar UPI mengaku terganggu dengan aksi yang digelar pada saat itu. “Demo jam segini mah buat jalan jadi macet,” keluh Krisna . Namun, lain halnya dengan Acep, pengendara angkutan umum, dia mendukung aksi tersebut. “Tidak apa-apa lah macet, yang penting BBM tidak naik,” ujarnya kepada isolapos.com. [Yuni Misdiantika]

Comments

comments