PAMOR Pulang Usai Taklukan Semeru dan Rinjani

88

PAMOR

Bumi siliwangi, isolapos.com-

Pecinta Alam Mahasiswa Olahraga (PAMOR) pulang setelah berhasil mencapai puncak Gunung Semeru dan Rinjani sebagai rangkaian tahap pertama kegiatan PAMOR Tujuh Puncak Nusantara, Rabu (8/8).

Kegiatan yang mengusung tema “Ini Alam Kita”, itu berawal dari keinginan PAMOR untuk meningkatkan minat wisata alam bebas di tanah air dengan memperkenalkan Wisata Gunung Indonesia yang memiliki karakteristik tersendiri. Wisata Gunung Indonesia ini dikonsep PAMOR menjadi The Seven Summits of Indonesia atau Tujuh Puncak Nusantara.

Menurut Ketua Pelaksana Tujuh Puncak Nusantara, Dwiki Prayoga, expedisi akan dilakukan di tujuh gunung tertinggi di setiap kepulauan di Indonesia, diantaranya Gunung Semeru (3676 mdpl) di jawa, Gunung Rinjani (3726 mdpl) di Lombok dan Gunung Kerinci (3800 mdpl) di Sumatra.

Sedangkan empat gunung lainnya yaitu Gunung Bukit Raya (2278 mdpl) di Kalimantan, Gunung Latimojong (3430 mdpl) di Sulawesi, Gunung Binaiya (3027 mdpl) di Maluku dan berakhir di Cartens Pyramid (4884 mdpl) yang berada di pegunungan Jaya Wijaya, Irian.

Ini akan berlangsung selama satu tahun mulai Juli 2012 sampai Agustus 2013,” kata Dwiki.

Selain melakukan pendakian di tujuh puncak gunung tersebut, tambah Dwiki, kegiatan ini juga membawa misi sosial, budaya dan pariwisata. Saat mendaki Gunung Rinjani, pada Jumat 3 Agustus lalu, PAMOR menggelar bakti sosial berupa pembagian buku dan ekspose budaya di kampung tradisional Suku Sasak, Desa Senaru, Kabupaten Lombok Utara.

“ya ini salah satu bentuk kepedulian kita pada masyarakat yang ada disana,” ujar Dwiki.

Dwiki mengatakan lewat pendakian ini diharapkan bisa menjadikan Indonesia tempat petualangan yang menarik dengan gunung yang memiliki karakteristik yang berbeda untuk dijadikan Super Grand Slam.

Dengan berakhirnya tahap pertama, Dwiki menambahkan, selanjutnya PAMOR akan melanjutkan tahap kedua di bulan Oktober 2012 dengan mencapai puncak Gunung Kerinci yang tertinggi di Kepulauan Sumatera itu. [Melly A. Puspita].

 

Comments

comments