2,1 Miliar Dana BMT Untuk Mahasiswa Tidak Mampu

72

Bumi Siliwangi, Isolapos.com-

Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya mahasiswa penangguhan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) angkatan 2012 dapat bernafas lega. Pasalnya lebih dari Rp 2,1 miliar dari BMTM telah diterima oleh mahasiswa tersebut. “Dananya akan langsung masuk ke Direktorat Keuangan UPI, otomatis langsung diregistrasikan, mereka sudah aman,” ujar Menteri Dalam Negeri Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (BEM Rema) UPI, Dudi Septiadi, Jumat (7/9).

Dudi menjelaskan hingga saat ini sudah ada empat SK yang keluar untuk membantu mahasiswa yang tidak mampu. Ia mengatakan dua SK pertama ditetapkan DKM Al-furqon UPI tanggal 14 Agustus 2012. Dalam SK tersebut tercatat bantuan dana sebanyak Rp 315.195.000 untuk 41 mahasiswa baru dari jalur Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri Tulis dan Undangan, dan Rp 45.595.000 untuk 31 mahasiswa lama. SK ketiga menghasilkan bantuan dana sebanyak Rp 1.717.295.000 untuk mahasiswa baru dari jalur Seleksi Mandiri.

Dudi menambahkan SK terakhir keluar karena ada mahasiswa lama yang tidak tercantum dalam SK pertama. Akhirnya Ia dan Presiden BEM Rema UPI, Hamdan Herdiasnyah melakukan audiensi dengan Kepala Devisi Perekrutan Mahasiswa, Asep Supriatna, dan Pembantu Bidang Akademik dan Hubungan Internasional, Furqon. Hasil Audiensi menghasilkan 14 orang tercatat dalam SK dengan total bantuan dana sebesar Rp 71.130.000.

Hamdan menuturkan proses pengajuan bantuan dana BMT ini tidak mudah. Hal ini karena pihak universitas sulit menerima mahasiswa yang mengajukan bantuan setelah batas waktu yang telah ditentukan. Sementara itu, katanya, banyak mahasiswa yang mendaftar ke advokasi BEM setelah batas pembayaran tanggal 13 Juli. “Karena banyak nambah mahasiswa lama dan baru, akhirnya diperbaharui terus SK-nya,” tambah Hamdan.

Hamdan berharap, untuk selanjutnya mahasiswa UPI lebih disiplin dalam membayar SPP tepat waktu. Ia mengatakan jika tidak mampu membayar, jauh hari sebelum batas pembayaran sudah mengajukan diri ke Advokasi Center BEM Rema UPI. “Karena akan menjadi sulit ketika tanggal sudah lewat, mereka baru minta bantuan,” ujarnya. [Melly A. Puspita].

Comments

comments