Perpustakaan UPI Mengubah Rekayasa Penguncian Loker

598

Bumi siliwangi, isolapos.com

Rekayasa penguncian loker Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia berupa Gembok, pulpen, dan secarik kertas.

Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengganti sistem rekayasa penguncian loker yang baru. Menurut Kepala unit Perpustakaan UPI, Din Wahidin, pengunjung perpustakaan dapat membawa kunci gembok sendiri, supaya dapat menjaga barang pribadinya. “Ada juga loker yang kuncinya masih disiapkan oleh petugas,” ucap Din, kamis (03/10) di ruangannya.

Din mengatakan bahwa ini merupakan salah satu upaya preventif untuk menghindari kriminalitas yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Pasalnya, kehilangan barang dan buku milik perpustakaan masih banyak terjadi. “Ada yang dikunci oleh mahasiswa peminjam, tapi dijebol juga,”tutur Din pada isolapos.com.

Seorang petugas penjaga loker perpustakaan, Ana S. mengatakan bahwa sistem rekayasa penguncian loker yang baru ini sudah disosialisasikan sejak dua bulan yang lalu kepada setiap fakultas. Lanjutnya, ia mengatakan, perpustakaan dalam hal ini sudah menyebarkan dan menempelkan selebaran kertas pengumuman. Namun, ia masih menyayangkan keteledoran yang dilakukan oleh pengunjung perpustakaan. “Sudah dibilangin bawa dompet sama laptopnya, taunya masih saja ada di loker,udah gitu gak dikunci ” keluhnya.

Namun, yang terjadi di lapangan berbeda. Seorang Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Uyi Khodariah mengatakan bahwa banyak loker yang akhirya tidak dikunci, karena mahasiswa tidak membawa gembok. “Banyak yang belum tahu harus membawa gembok, petugas pun tidak memberi kunci,” Ujar Uyi. [ Hikmat Syahrulloh]

Comments

comments