Drama Kalangkang Sajikan Nilai Keadilan

347
Pagelaran Drama Kalangkang yang dihelat oleh Sambada, di Gedung Amphiteater pada Kamis (28/4). (isolapos.com/Prita K).
Pagelaran Drama Kalangkang yang dihelat oleh Sambada, di Gedung Amphiteater pada Kamis (28/4). (isolapos.com/Prita K).

Oleh : Prita K

Bumi Siliwangi, isolapos.com

“Pagelaran Kalangkang menceritakan seorang mantan bupati, tokoh yang sangat sentral dan termotivasi untuk menjadi seorang pemimpin sekaligus ia juga mempunyai post power syndrom, seseorang yang tergila-gila akan kepemimpinan,” kata Galih Nugraha Permana, salah satu aktor ketika ditemui oleh isolapos.com di Gedung Amphiteater, Kamis (28/4) malam.

Pagelaran Kalangkang ini sukses membawa emosi para penonton kemarin malam berkat pemilihan naskah dari Yosef M. Ibrahim yang menyutradarai pagelaran ini. Menurut Galih, naskah ini memang merupakan karakter garapan dari seorang Yosef dengan melibatkan masalah psikologis. “Sutradara memilih naskah ini karena simple dengan menggunakan 5 aktor tapi agak berat masalah psikologi dan sebagainya. Sutradara emang karakter garapannya suka banget sama gaya-gaya kayak gini.”

Tentu pagelaran ini bukan hanya hiburan semata, melainkan dapat diambil pesan atas drama yang telah disuguhkan. Nilai keadilan dan berperilaku merupakan nilai yang disebutkan oleh Galih, “Sebuah lika-liku dalam rumah tangga itu pasti ada naik turun nya, kita harus adil, kita harus memperlakukan wanita itu seperti apa, harus mencintai seorang istri itu seperti apa, karena kenyataannya laki-laki akan sangat takut kehilangan seorang perempuan. Itu nilai nya.”

Galih menyebutkan, selain program kerja di Himpunan Mahasiswa Pendidikan Basa jeung Sastra Sunda (Hima Pensatrada), pagelaran drama yang digelar oleh Sanggar Mahasiswa Basa Sunda (Sambada) UPI tersebut merupakan persiapan untuk lomba. Hal ini sudah menjadi rutinitas untuk Sambada itu sendiri selama dua tahun sekali dalam acara Festival Drama Basa Sunda (FDBS). “Kebetulan ini proker di himpunan sekalian persiapan lomba drama Basa Sunda se-Jawa Barat tanggal 4 Mei 2016,” ungkapnya.

Selain itu, Galih menegaskan, lomba Bulan Mei nanti dengan naskah yang sama ditujukan untuk menjadi juara. “Masih jauh harapan di lapangannya itu seperti apa tapi tujuan sebenarnya kita ini menjadi juara di Festival Drama Basa Sunda 2016,” tambahnya.

Keterlibatan Sambada menjadi dominasi dalam drama Kalangkang ini. Seperti Yosef M. Ibrahim selaku sutradara Sambada, Nazarudin Azhar selaku penulis sekaligus sastrawan Sunda, para aktor (Tsany Nurfajriani, Galih Nugraha Permana, Ryan Ruby Pasha, M. Febri Diantoro, dan Leni Anggareni) , anggota dan alumni Sambada, Teater Lakon, dan media partner yang sudah mempublikasikan acara.

Pagelaran tersebut akan dilombakan pada FDBS yang bertempat di Gedung Kesenian Rumentang Siang Bandung pukul 16.00 s.d 17.30 WIB. []

Redaktur : Syawahidul Haq

Comments

comments