EXPO KKL Pendidikan Sejarah, Inovasi Edukasi Kesejarahan

149

Oleh: Chika Jasmine dan Fidya Wiedya

Bumi Siliwangi, Isolapos.com–Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) angkatan 2021 menyelenggarakan acara pameran sejarah bertajuk “EXPO KKL Pendidikan Sejarah”. Acara ini diselenggarakan pada hari Senin (19/06) pukul 09.00-15.00 WIB dan Selasa (20/06) pukul 09.00-12.00 WIB. Pameran ini bertempat di lobi timur hingga parkiran mobil pintu timur FPIPS. Pameran ini terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya.

Pameran EXPO KKL Pendidikan Sejarah ini dilakukan setelah perjalanan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa Pendidikan Sejarah ke enam situs bersejarah yang berada di Semarang, Solo dan Yogyakarta. Situs bersejarah tersebut meliputi Lawang Sewu, Candi Gedong Songo, Keraton Surakarta Hadiningrat, Museum Manusia Purba Sangiran, Keraton Ratu Boko, dan Candi Prambanan. 

Pameran ini menampilkan 5 stand yang berisi muatan museum yang sempat dikunjungi. Lima stand itu terdiri dari stand Keraton Surakarta, stand Lawang Sewu, stand Candi Gedong Songo, stand Candi Prambanan dan Ratu Boko, juga stand Museum Manusia Purba Sangiran. Setiap stand yang terdapat di pameran menyediakan edukator untuk memberikan informasi-informasi terkait bagaimana sejarah, dinamika perkembangan, hingga menjelaskan koleksi yang terdapat di berbagai situs bersejarah tersebut. 

Beberapa stand juga memberikan sampel makanan gratis khas dari kota tempat situs tersebut berada kepada pengunjung serta adanya mini games dan hadiah untuk mengapresiasi pengunjung yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar. Terdapat juga live music untuk menarik pengunjung dan memeriahkan acara.

Pameran disambut dengan antusias oleh para mahasiswa UPI meskipun pameran ini sempat ditiadakan beberapa tahun sejak terakhir diselenggarakan pada tahun 2017.  Muhammad Fajrin, salah satu pengunjung dari mahasiswa Pendidikan Sejarah angkatan 2019 mengaku bahwa kegiatan pameran sejarah ini menarik. “Menarik. Di tengah-tengah minimnya literasi kesejarahan di era digital ini. Kan pameran semi museum ini udah lama hiatus, ya. Terakhir ada tuh di tahun 2017. Jadi lumayan, lah, cukup membangkitkan gairah kesejarahan, lah,” ujar Fajrin. 

Kunjungan ke pameran ini pun dihadiri oleh pengunjung dari program studi lain. Salah satunya adalah dari program studi Manajemen Resort & Leisure (MRL). Mereka nampak antusias ketika berkunjung ke stand-stand yang disediakan. “Kalo menurut aku pribadi, bagus, sih. Kan kita nanya juga ke mereka (panitia-red) oh berarti mereka menguasai gak hal yang mereka pamerin. Oh ternyata mereka menguasai. Ini bagus juga buat ngelatih apa, sih, ingatan mereka,” ucap salah seorang mahasiswa MRL yang sempat tim Isolapos.com wawancarai. “Jadi lebih kenal sejarah lagi, terus tau dari prodi sejarah,” lanjutnya.

Tak hanya mahasiswa, Erlina Wiyanarti selaku Dosen Pendidikan Sejarah sekaligus Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan IPS Pascasarjana pun ikut hadir dan memberikan respons positifnya, terutama mengenai manfaat acara ini bagi mahasiswa Pendidikan Sejarah itu sendiri. “Senang banget, sih, karena memang kebayang kita juga sebagai dosen. Ketika mahasiswa diberikan ruang yang lebih luas daripada ruang kuliah, itu bagus.” ujar Erlina ketika diwawancarai oleh tim Isolapos.com.

Iqlima Zulhidjani selaku Ketua Pelaksana EXPO KKL Pendidikan Sejarah menjelaskan bahwa tujuan pameran ini untuk memberikan edukasi mengenai situs-situs bersejarah yang dikunjungi mahasiswa Pendidikan Sejarah angkatan 2021 ketika KKL sebelumnya. “Tujuannya sebenernya, ya, untuk mengedukasi, baik ke sesama anak sejarah maupun ke orang luar, dengan tujuan utamanya yaitu mengedukasi makanya diciptakanlah Expo KKL Pendidikan Sejarah,” jelas Iqlima. 

Redaktur: Razib Ikbal Alfaris 

Comments

comments

You might also like